PONTIANAK POST - Jurgen Klopp membela Florian Wirtz setelah Jamie Carragher mengkritik lambatnya kontribusi pemain Jerman tersebut di Liverpool, dengan Klopp menegaskan penilaian terhadap sang gelandang terlalu cepat.
Wirtz menjadi sorotan setelah belum mencatat kontribusi gol maupun assist pada awal musim 2026/2027 dan Liverpool hanya bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United pada laga pembuka Premier League.
Pemain berusia 23 tahun itu juga menghadapi tekanan lebih besar karena Liverpool merekrutnya pada 2025 dengan nilai transfer yang dapat mencapai £116 juta.
Sports Mole melaporkan Carragher bahkan mempertanyakan apakah transfer Wirtz dapat masuk dalam kategori salah satu aktivitas transfer terburuk sepanjang sejarah.
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Nottingham Forest: Isak Cs Bidik Kemenangan Perdana di Anfield
Klopp Bela Wirtz dari Kritik Carragher
Klopp menilai Liverpool sebenarnya sudah memahami posisi terbaik Wirtz dalam sistem permainan.
"Saya pikir Liverpool sudah benar-benar memahami di mana dia harus bermain, yaitu di tengah, di half-space, di ruang antarlini tempat dia bisa beroperasi," kata Klopp kepada Sky Germany.
Menurut Klopp, persoalan utama bukan kualitas Wirtz, melainkan proses adaptasi sang pemain terhadap sepak bola Inggris.
"[Wirtz] juga harus belajar. Dia harus bermain sedemikian rupa sehingga pada akhirnya pelatih tidak berpikir untuk menggantinya," ujar Klopp.
Klopp menilai Wirtz tetap memiliki kualitas teknis yang tidak perlu diperdebatkan.
Baca Juga: Bradley Barcola ke Liverpool, Gakpo Terancam Pergi Jelang Deadline Transfer
"Secara sepak bola, bagi saya dan semua orang, kualitasnya tidak diragukan," kata Klopp.
Mantan pelatih Liverpool itu kemudian menyindir sejumlah pundit Inggris yang menurutnya terlalu cepat gelisah melihat perkembangan Wirtz.
"Jamie Carragher, Gary Neville dan lainnya tentu selalu menjadi orang pertama yang mulai gugup di Inggris," ujar Klopp.
Komentar tersebut muncul setelah Carragher memberikan kritik tajam terhadap Wirtz dalam analisisnya mengenai penampilan Liverpool.
Baca Juga: Hasil Drawing Liga Champions: Arsenal Dapat Undian Neraka, Liverpool dan MU Hadapi Lawan Berat
Wirtz Dibebani Harga Transfer £116 Juta
Tekanan terhadap Wirtz tidak terlepas dari nilai transfernya yang berpotensi mencapai £116 juta.
Sejak bergabung dengan Liverpool, Wirtz mencatat tujuh gol dan delapan assist dalam 50 pertandingan, angka yang dinilai belum sebanding dengan ekspektasi terhadap pemain dengan banderol sebesar itu.
Sports Mole mencatat perbandingan Wirtz dengan Rayan Cherki di Manchester City turut memperbesar sorotan.
Cherki direkrut Manchester City pada musim panas yang sama dengan biaya sekitar £34 juta dan langsung menunjukkan produktivitas yang lebih menjanjikan.
Namun, perjalanan Wirtz di Liverpool juga tidak berlangsung dalam situasi ideal.
Baca Juga: Hasil Undian Putaran Ketiga Carabao Cup: Manchester United Hadapi Brighton, Liverpool vs Tottenham
Musim lalu, ia dinilai kesulitan dalam sistem taktik Arne Slot dan Liverpool kehilangan Trent Alexander-Arnold yang sebelumnya menjadi salah satu sumber utama progresi permainan.
Meski demikian, Wirtz tetap harus meningkatkan kemampuan dribel dan penyelesaian akhir karena faktor tersebut menjadi bagian dari persoalan penampilannya.
Ekspektasi terhadap Wirtz pun tetap tinggi dan musim ini menjadi kesempatan penting baginya untuk membuktikan bahwa investasi besar Liverpool layak dibayar dengan performa.
Iraola Punya Tugas Memaksimalkan Wirtz
Kehadiran Andoni Iraola di kursi pelatih Liverpool memberikan harapan baru bagi Wirtz.
Wirtz dinilai paling efektif ketika timnya mampu menguasai bola dalam periode panjang dan menekan lawan di wilayah pertahanannya.
Baca Juga: Gary Neville Kritik Alexander Isak dan Florian Wirtz Usai Liverpool Ditahan Newcastle 2-2
Karena itu, Iraola dinilai perlu membuat Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch lebih disiplin dalam menjalankan tugas defensif agar Wirtz mendapat kebebasan lebih besar.
Kecepatan di lini depan juga dianggap penting untuk mengoptimalkan kemampuan pemain Jerman tersebut.
Kedatangan Bradley Barcola diharapkan membantu Liverpool mengubah penguasaan bola yang stagnan menjadi peluang berbahaya.
Namun, Sports Mole menilai Iraola membutuhkan waktu untuk menemukan formula terbaik bagi Wirtz.
Penilaian menyeluruh terhadap pemain 23 tahun itu juga dinilai belum tepat sebelum Liverpool benar-benar stabil di bawah pelatih barunya.
Bagi Wirtz, pertandingan Liverpool melawan Nottingham Forest menjadi kesempatan berikutnya untuk menjawab kritik sekaligus memburu kontribusi gol atau assist pertamanya musim ini. (*)
Editor : Efprizan