PONTIANAK POST - Real Madrid menelan kekalahan 0-1 dari Real Betis di La Cartuja, Sevilla, Sabtu (5/9) dini hari WIB, dalam kekalahan pertama José Mourinho sejak kembali menangani klub tersebut di LaLiga.
Gol Troy Parrott pada menit ke-81 menjadi pembeda dalam pertandingan yang sebenarnya dikuasai Real Madrid berdasarkan peluang dan statistik expected goals atau xG.
Real Madrid mencatat delapan tembakan tepat sasaran dan menghasilkan xG sebesar 3,16, tetapi tetap pulang tanpa membawa poin.
Kekalahan tersebut juga menjadi pertama kalinya Real Madrid kehilangan pertandingan dalam empat laga awal liga sejak musim 2014-2015.
Baca Juga: Hasil Liga Prancis: PSG Kalah 1-2 dari AS Monaco, Luis Enrique Tegaskan Belum Saatnya Panik
Mourinho Tak Temukan Alasan Kekalahan
Mourinho mengaku kesulitan menjelaskan hasil pertandingan karena menilai Real Madrid tampil dominan hampir sepanjang laga.
"Kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu mengapa, kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya," kata Mourinho dalam konferensi pers seusai pertandingan seperti dikutip ESPN.
Mourinho menilai Real Madrid sangat fokus, mengendalikan permainan, banyak melakukan serangan, serta menciptakan sejumlah peluang.
"Kalau hasilnya imbang saja kami akan frustrasi karena merasa pantas mendapatkan lebih, apalagi dengan kekalahan," ujar Mourinho.
Menurutnya, performa individu maupun permainan tim tidak memberikan alasan yang jelas untuk menyalahkan pemain atas hasil tersebut.
Baca Juga: Liverpool Menang 2-0 atas Ipswich, Jamie Redknapp Yakin Iraola Bisa Maksimalkan Isak
"Saya tidak tahu mengapa kami kalah, saya tidak menemukan pembenarannya karena tim bermain sangat baik dalam setiap aspek, begitu juga secara individu," kata Mourinho.
Mbappe Gagal Penalti pada Menit Akhir
Drama terjadi pada masa tambahan waktu ketika Real Madrid mendapatkan peluang menyamakan kedudukan melalui penalti Kylian Mbappe.
Namun, kiper Betis Álvaro Valles berhasil menggagalkan tendangan Mbappe sehingga Real Madrid harus menerima kekalahan.
Real Madrid juga mempertanyakan keputusan wasit karena bek Betis Marc Bartra terlihat memasuki area penalti ketika Mbappe melakukan eksekusi.
Mourinho memilih tidak memberikan penilaian terhadap insiden tersebut karena belum melihat tayangan ulang pertandingan.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang 2-0 atas Ipswich, Ini Kata Pelatih Iraola soal Isak
"Saya belum melihat insiden-insiden itu, saya belum menontonnya di ruang ganti sehingga tidak bisa berkomentar," ujar Mourinho.
Mourinho mengatakan penilaiannya bisa berubah setelah menyaksikan pertandingan kembali, tetapi kesan dari pinggir lapangan tetap membuatnya tidak memahami alasan Real Madrid kehilangan tiga poin.
Gol Parrott Hancurkan Dominasi Madrid
Real Madrid sempat mencetak gol melalui Carlos Espí, tetapi gol tersebut dianulir karena offside sehingga peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum penalti Mbappe kembali gagal.
Mourinho tetap memberikan apresiasi kepada Espí yang baru bermain sekitar 10 hingga 15 menit tetapi mampu menciptakan peluang penting bagi tim.
"Dia anak muda dengan potensi besar dan akan terus berkembang, saya tidak bisa lebih bahagia dengan penampilannya," kata Mourinho.
Baca Juga: Liverpool Puas dengan Empat Transfer, Meski Kepergian Mohamed Salah Jadi Sorotan
Di sisi lain, Mourinho menganggap pemain Real Madrid terlalu naif dalam menghadapi aspek permainan yang melibatkan keputusan wasit.
Menurut Mourinho, pemain Betis lebih aktif memengaruhi wasit sepanjang pertandingan dibandingkan para pemain Real Madrid.
"Pemain Betis lebih cerdik dalam hal itu, sementara pemain Madrid masih naif," ujar Mourinho.
Mourinho menilai pemain Real Madrid cenderung langsung bangkit ketika terjadi pelanggaran, sedangkan pemain Betis lebih berusaha memanfaatkan situasi untuk memengaruhi keputusan pengadil pertandingan.
Baca Juga: Dani Olmo Bingung, Atletico Madrid Tolak Julian Alvarez ke Barcelona
Barcelona Berpeluang Menjauh
Kekalahan tersebut membuka peluang bagi Barcelona untuk memperlebar jarak menjadi tiga poin dari Real Madrid jika mampu mengalahkan Valencia pada Minggu.
Bagi Mourinho, hasil di Sevilla menjadi pekerjaan rumah karena Real Madrid harus mengubah dominasi permainan menjadi gol dan poin, terutama ketika memasuki fase kompetisi yang lebih padat. (*)
Editor : Efprizan