PONTIANAK POST – Loris Karius membagikan dua kunci setelah membawa Schalke 04 menahan Bayern Munchen 0-0 di Veltins-Arena, Minggu (6/9) dini hari WIB. Kiper berusia 33 tahun itu memilih tetap tenang dan menjaga posisi meski terus ditekan barisan penyerang Bayern.
Karius membuat lima penyelamatan untuk memberikan poin pertama kepada Schalke sejak kembali ke Bundesliga. Penampilannya sekaligus menghentikan rentetan Bayern yang selalu mencetak gol dalam 58 laga kompetitif.
“Tetap tenang dan selalu berada di posisi yang tepat. Tentu saja itu tidak mudah, terutama melawan Bayern. Namun, hari ini saya melakukannya dengan baik. Bagi saya, ini luar biasa,” kata Karius dikutip dari Kicker.
Posisi Sebelum Reaksi
Bagi Karius, penyelamatan tidak hanya bergantung pada refleks. Posisi yang tepat sebelum tembakan dilepaskan memperkecil ruang sasaran dan memberinya waktu lebih baik untuk bereaksi.
Kiat itu terlihat ketika Karius menggagalkan peluang Nathaniel Brown pada babak pertama. Dia kembali membendung Michael Olise dan menepis tembakan jarak jauh Harry Kane pada pengujung pertandingan.
Bertahan di Bawah Tekanan
Bayern menguasai 74 persen penguasaan bola serta melepaskan 15 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Namun, dominasi tersebut gagal menghasilkan gol karena disiplin pertahanan Schalke dan ketangguhan Karius.
Karius tidak membiarkan tekanan Bayern memengaruhi pengambilan keputusannya. Dia tetap fokus hingga menit akhir ketika Kane berusaha memecah kebuntuan.
Ketangguhan itu membuat Karius terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan. Dia memperoleh 68 persen suara dalam pemilihan melalui aplikasi Bundesliga.
Pengakuan dari Neuer
Kiper Bayern Manuel Neuer mengakui Karius menjadi penentu hasil pertandingan. Menurutnya, tiga peluang besar Bayern digagalkan oleh mantan penjaga gawang Liverpool tersebut.
“Dia memang pilihan yang tepat sebagai Player of the Match. Dia menggagalkan tiga peluang besar yang kami miliki. Itu kuncinya,” kata Neuer.
Hasil tersebut membuat Bayern gagal mencetak gol untuk pertama kalinya dalam 59 pertandingan kompetitif. Schalke juga meraih poin pertamanya atas Bayern sejak 2017.
Menjawab Masa Sulit
Performa itu memiliki arti lebih bagi Karius. Kariernya sempat dibayangi kesalahan pada final Liga Champions 2018 bersama Liverpool, bahkan dia pernah mempertimbangkan pensiun.
Karius kemudian menemukan jalan kembali ke Bundesliga bersama Schalke. Menghadapi Bayern, ketenangan yang dibangunnya setelah melewati masa sulit menjadi fondasi penampilan terbaiknya.
Dia tetap merendah dan memberikan penghargaan kepada rekan-rekannya. Menurut Karius, para pemain Schalke bekerja keras menutup ruang dan menyulitkan Bayern sepanjang laga.
Rotasi Belum Berhasil
Pelatih Bayern Vincent Kompany mengawali pertandingan tanpa Kane dan Olise. Keduanya mendapat waktu istirahat lebih panjang setelah kembali terlambat dari liburan dan bermain pada laga Piala DFB melawan Osnabruck.
“Itu keputusan yang rasional. Mereka kembali sangat, sangat terlambat dari liburan. Pertandingan melawan Osnabruck menguras banyak energi,” kata Kompany.
Masuknya Kane dan Olise meningkatkan daya serang Bayern pada babak kedua. Namun, Karius tetap berada di tempat yang tepat setiap kali ancaman datang.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro