PONTIANAK POST - Manchester United baru mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan Liga Inggris setelah bermain imbang 2-2 melawan Everton, sementara Gary Neville menilai masalah pertahanan bisa menjadi ancaman serius bagi Michael Carrick menjelang laga Liga Champions dan derby Manchester.
Manchester United dua kali unggul melalui Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko di Hill Dickinson Stadium, tetapi Everton menyamakan kedudukan lewat Tyrique George dan gol Ainsley Maitland-Niles pada menit ke-96.
Hasil tersebut membuat Manchester United berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan empat poin dari tiga pertandingan, sedangkan tim asuhan Michael Carrick telah kebobolan enam gol dalam periode tersebut.
Neville Khawatir Masalah Kebobolan Berlanjut
Gary Neville menilai hasil di markas Everton seharusnya bisa menjadi kemenangan bagi Manchester United karena timnya telah dua kali berada dalam posisi unggul.
Menurut mantan bek Manchester United itu, kebiasaan tim kebobolan menjadi persoalan yang harus segera diatasi Carrick.
Baca Juga: Prediksi Skor Sunderland vs Hull City di Carabao Cup: Ujian Rotasi di Stadium of Light
"Hal itu memberi sedikit tekanan kepada Manchester United karena mereka akan menghadapi Manchester City pekan depan dan pertandingan Eropa dimulai pada pertengahan pekan," kata Neville kepada Sky Sports.
Neville menilai Carrick sedang berusaha membangun kepercayaan dari para pemain dan pendukung setelah keberhasilannya membawa perubahan pada akhir musim lalu.
"Michael Carrick sedang mencoba membangun kepercayaan dalam timnya dan kepercayaan dari para penggemar bahwa dia bisa mengulangi apa yang telah dilakukannya pada akhir musim lalu," ujar Neville.
Namun, ia menegaskan pertandingan melawan Everton merupakan laga yang seharusnya dapat dimenangi Manchester United.
Baca Juga: Prediksi Skor Millwall vs Newcastle United di Carabao Cup: Magpies Hindari Kejutan di The Den
Enam Gol dalam Tiga Pertandingan Jadi Peringatan
Masalah terbesar Manchester United terletak pada pertahanan karena tim tersebut telah kemasukan dua gol dalam masing-masing dari tiga pertandingan awal Liga Inggris musim ini.
Neville mengaku khawatir persoalan tersebut tidak akan hilang apabila Carrick tidak menemukan solusi dengan komposisi pemain yang tersedia.
"Mereka memiliki masalah kebobolan dan itu tidak hilang, itulah ketakutan saya," kata Neville.
Ia juga menilai gol penyeimbang Maitland-Niles pada masa tambahan waktu bukan sekadar persoalan kualitas tendangan lawan.
Neville menyoroti komunikasi dan organisasi pertahanan Manchester United yang dinilainya buruk sebelum bola akhirnya masuk ke gawang.
Baca Juga: Prediksi Skor Lille vs Real Betis di Liga Champions: Momen Bersejarah Calvin Verdonk dan Indonesia
"Mereka harus terorganisasi, tetapi mereka tidak terorganisasi pada menit-menit akhir," ujar Neville.
Bagi para pemain Manchester United, kegagalan mempertahankan keunggulan dua kali dalam satu pertandingan menjadi pukulan karena kerja keras di lini serang tidak menghasilkan tiga poin.
Pekan Krusial Menanti Michael Carrick
Tekanan terhadap Carrick kini berpotensi meningkat karena Manchester United akan kembali tampil di Liga Champions sebelum menghadapi Manchester City dalam derby Manchester, Minggu (13/9).
Manchester United memang kembali ke Liga Champions musim 2026/2027 setelah finis di posisi ketiga Liga Inggris musim lalu, dengan Carrick kemudian mendapatkan kontrak jangka panjang sebagai pelatih.
Carrick sebelumnya menyatakan awal musim Manchester United "tidak terlalu buruk", tetapi hasil imbang melawan Everton membuat perhatian kini tertuju pada kemampuan timnya memperbaiki pertahanan.
Baca Juga: Preview dan Susunan Pemain Porto vs Manchester City di Liga Champions: Maresca Buru Awal Sempurna
Dengan enam gol sudah bersarang dalam tiga pertandingan, laga-laga berikutnya akan menjadi ujian penting bagi Carrick untuk membuktikan bahwa masalah di lini belakang Manchester United bukan kelemahan yang akan terus berulang. (*)
Editor : Efprizan