PONTIANAK POST - Gary Neville menilai VAR membuat keputusan keliru dengan mengesahkan gol Erling Haaland untuk Manchester City saat menghadapi Manchester United dalam Derby Manchester, Minggu (13/9) malam WIB.
Menurut laporan Sky Sports, mantan bek Manchester United itu meyakini pihak Pro Ref seharusnya mengakui kesalahan karena Enzo Fernandez dianggap aktif mencoba memainkan bola dan memengaruhi Lisandro Martinez.
Neville awalnya memprediksi Pro Ref akan menyampaikan permintaan maaf setelah keputusan tersebut memicu kontroversi.
"Saya pikir kita akan melihat permintaan maaf dari Pro Ref karena tidak ada keraguan bahwa Enzo berusaha memainkan bola dan mengganggu Lisandro Martinez," kata Neville.
Ia menilai keputusan tersebut sangat aneh dan yakin perangkat pertandingan seharusnya menyadari kekeliruannya.
Baca Juga: VAR Salah Nilai Gol Haaland, Pro Ref Minta Maaf kepada Manchester United
Neville Nilai VAR Mengabaikan Aturan
Kritik Neville berlanjut setelah muncul penjelasan dari Match Centre mengenai alasan gol Haaland tetap disahkan.
Menurut Neville, penjelasan tersebut justru memperbesar persoalan karena ia menilai perangkat pertandingan tidak menerapkan aturan secara tepat.
"Saya pikir mereka mengabaikan aturan dan justru menggali lubang yang lebih besar dengan pernyataan Match Centre," ujar Neville dalam podcastnya.
Neville mengaku terkejut dengan penjelasan yang dikeluarkan dan menilai pihak terkait seharusnya menarik kembali pernyataan tersebut.
Baca Juga: Daniel Svensson Diburu Arsenal dan Manchester United, Dortmund Pasang Harga €45 Juta
Lisandro Martinez Sebut Manchester United Dirugikan
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, juga menilai gol tersebut seharusnya tidak disahkan.
Kepada Sky Sports seusai pertandingan, Martinez mempertanyakan keputusan sejumlah ofisial yang terlibat dalam proses peninjauan insiden tersebut.
"Setiap musim para ofisial datang ke klub kami dan menghabiskan waktu menjelaskan aturan dengan sangat percaya diri," kata Martinez.
"Namun setelah itu, lima atau enam orang melakukan kesalahan seperti ini di Premier League dan itu tidak bisa diterima," lanjutnya.
Martinez menegaskan Manchester United harus pulang dengan perasaan dirugikan oleh keputusan tersebut.
Baca Juga: Liverpool Pantau Lamine Camara, Transfer Januari dari Monaco Bisa Terbuka
Micah Richards dan Roy Keane Ikut Kritik
Mantan bek Manchester City, Micah Richards, juga menolak alasan Match Centre yang menyebut gol tetap sah karena Fernandez tidak menyentuh bola.
Menurut Richards, jelas bahwa Fernandez berusaha memainkan bola sehingga keberadaannya tetap memengaruhi situasi permainan.
"Seratus persen dia berusaha memainkan bola dan saya pikir ini hari yang buruk bagi wasit dan VAR," kata Richards kepada Sky Sports.
Richards menilai perangkat pertandingan bukan hanya keliru dalam satu keputusan, tetapi juga melakukan kesalahan pada insiden lain dalam laga Derby Manchester.
Kritik serupa disampaikan Roy Keane yang menilai Fernandez telah mengganggu permainan meski berada dalam posisi offside.
Baca Juga: Martin Odegaard Makin Tajam, Arteta Bongkar Peran Baru di Arsenal
"Fernandez mengganggu permainan dan Manchester United pada dasarnya dihukum karena mempertahankan garis pertahanan dengan baik," ujar Keane.
Menurut mantan kapten MU ini, Fernandez berada di tengah kotak penalti dan berusaha memainkan bola sehingga tindakannya tetap memberikan dampak terhadap situasi di depan gawang.
Kontroversi gol Haaland itu pun memperpanjang perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan offside dan penggunaan VAR di Premier League. (*)
Editor : Efprizan