PONTIANAK POST - AS Roma membidik kemenangan keempat beruntun di Serie A saat bertandang ke markas Torino pada pekan keempat Liga Italia di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin, 14 September 2026, pukul 23.30 WIB.
Roma datang sebagai pemuncak klasemen sementara setelah menyapu bersih tiga pertandingan awal Serie A dengan mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu kali.
Namun, isu utama menjelang laga adalah kemungkinan rotasi pemain setelah Giallorossi baru menjalani pertandingan berat melawan Fenerbahce di Liga Champions yang berakhir imbang 1-1.
Di sisi lain, Torino baru mendapatkan momentum setelah meraih kemenangan 2-1 atas Fiorentina melalui kebangkitan pada babak kedua.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Torino di Serie A musim ini setelah sebelumnya kalah dari AC Milan dan Sassuolo serta tersingkir dari Coppa Italia oleh Monza.
Baca Juga: Prediksi Skor Como vs Parma di Liga Italia: Momentum Eropa Jadi Modal Tuan Rumah
Roma Jaga Momentum Meski Terancam Rotasi
Roma tampil sangat produktif pada awal musim di bawah asuhan Gian Piero Gasperini.
Donyell Malen telah mencetak lima gol musim ini, sementara Roma mencatatkan delapan kemenangan beruntun di Serie A jika dihitung sejak akhir musim lalu.
Kemenangan dramatis 2-1 atas Atalanta pada pekan lalu juga mengangkat Roma ke puncak klasemen sementara.
Namun, Gasperini diperkirakan harus mempertimbangkan kondisi sejumlah pemain setelah pertandingan Liga Champions.
Manu Kone menjadi salah satu pemain yang diragukan setelah ditarik keluar saat menghadapi Fenerbahce, sedangkan Paulo Dybala berpeluang diistirahatkan karena jadwal pertandingan yang padat.
Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Udinese di Liga Italia: Nerazzurri Siap Balas Dendam
La Gazzetta dello Sport melaporkan Kone kemungkinan paling jauh hanya tersedia di bangku cadangan, sementara Dybala berpeluang mendapat waktu istirahat.
Situasi ini dapat membuka peluang bagi Rodrigo Mora, Matias Soule, atau pemain lain untuk menunjukkan peran mereka dalam skuad Roma.
Bagi Gasperini, kedalaman skuad menjadi faktor penting karena setelah Torino, Roma masih menghadapi jadwal berat melawan Inter Milan, Como, dan Real Madrid.
Torino Baru Menemukan Kepercayaan Diri
Torino menghadapi pertandingan ini dengan kondisi psikologis yang lebih baik setelah kemenangan atas Fiorentina.
Rolando Mandragora memulai kebangkitan Torino dengan gol spektakuler sebelum Che Adams mencetak gol penentu kemenangan pada akhir pertandingan.
Baca Juga: Gol Haaland Sah atau Tidak? Neville, Keane dan Richards Kompak Serang Keputusan VAR
Namun, pertahanan masih menjadi persoalan bagi Torino yang telah kebobolan dalam delapan pertandingan Serie A terakhirnya, sehingga lini belakang kembali mendapat ujian berat menghadapi Roma yang sedang produktif.
Pelatih Torino, Ignazio Abate, juga masih menunggu kondisi Saul Coco yang mengalami masalah ringan pada lutut.
Menurut La Gazzetta dello Sport, jika Coco belum siap tampil, Ardian Ismajli menjadi kandidat utama untuk menggantikannya.
Torino tetap memiliki pilihan serangan yang menarik melalui duet Che Adams dan Giovanni Simeone.
Kehadiran kedua penyerang tersebut memberi harapan kepada pendukung tuan rumah untuk memanfaatkan kemungkinan perubahan susunan pemain Roma.
Baca Juga: VAR Salah Nilai Gol Haaland, Pro Ref Minta Maaf kepada Manchester United
Rekor Pertemuan Memihak Roma
Secara statistik, Roma memiliki catatan lebih baik dalam pertemuan dengan Torino.
Sports Mole mencatat Roma memenangkan 14 dari 19 pertandingan terakhir Serie A melawan Torino serta mencatat enam clean sheet dalam sembilan kunjungan terakhir ke Olimpico Grande Torino.
Pertemuan terakhir kedua tim di Turin pada Januari 2026 juga berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Roma.
Meski demikian, Torino memiliki modal penting berupa kemenangan 2-1 atas Fiorentina yang dapat meningkatkan kepercayaan diri tim setelah awal musim yang buruk.
Pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Abate untuk membuktikan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar respons sesaat.
Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Dua Stadion Disiapkan
Prediksi Starting Lineup
Torino (3-4-2-1): Lucas Perri; Pietro Comuzzo, Ardian Ismajli, Eray Comert; Niccolo Fortini, Karel Fitz-Jim, Rolando Mandragora, Alieu Cacciamani; Nikola Vlasic, Che Adams; Giovanni Simeone.
Roma (3-4-2-1): Mile Svilar; Gianluca Mancini, Evan Ndicka, Mario Hermoso; Nahuel Molina, Bryan Cristante, Manu Kone, Wesley; Paulo Dybala, Rodrigo Mora; Donyell Malen.
Roma Tetap Favorit di Bursa Taruhan
Roma mendapat dukungan kuat dari salah satu pasar taruhan menjelang pertandingan.
OddsChecker menempatkan Roma sebagai favorit dengan peluang kemenangan sekitar 67 persen, sedangkan Torino berada di angka sekitar 15 persen dan peluang imbang sekitar 18 persen.
Pasar tersebut memperlihatkan kualitas dan performa Roma masih lebih dipercaya meski bermain tandang.
Baca Juga: Daniel Svensson Diburu Arsenal dan Manchester United, Dortmund Pasang Harga €45 Juta
Sports Mole memprediksi Roma menang 2-1 atas Torino.
Prediksi itu didasarkan pada produktivitas Roma yang tinggi dan masalah pertahanan Torino yang masih belum terselesaikan.
Torino tetap berpotensi memberikan perlawanan karena bermain di kandang dan baru saja meraih kemenangan penting.
Namun, kualitas pemain Roma serta banyaknya kreator peluang di lini tengah dan depan membuat tim tamu lebih layak diunggulkan.
Prediksi Pontianak Post: Torino 1-3 Roma. (*)
Editor : Efprizan