PONTIANAK POST - Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford pada babak ketiga Carabao Cup, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB.
Setan Merah sebenarnya memimpin 2-0 hanya dalam 10 menit melalui gol Shea Lacey dan Mason Mount, tetapi Brighton membalikkan keadaan lewat Charalampos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper.
Kekalahan tersebut memperbesar tekanan terhadap Michael Carrick setelah Manchester United sebelumnya kalah 0-1 dari Manchester City di Premier League pada akhir pekan.
Dalam enam pertandingan kompetitif musim ini, United baru meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan, sedangkan di Premier League mereka mengoleksi empat poin dari empat laga.
Rinciannya adalah kekalahan 0-2 dari Hull City, kemenangan 5-2 atas Ipswich Town, hasil imbang 2-2 melawan Everton, kemenangan 4-0 atas Sabah di Liga Champions, kekalahan 0-1 dari Manchester City, serta kekalahan 2-3 dari Brighton.
Baca Juga: VAR Salah Nilai Gol Haaland, Pro Ref Minta Maaf kepada Manchester United
Kekalahan Brighton Jadi Titik Tekanan Baru
Sky Sports mencatat kekalahan dari Brighton merupakan pertama kalinya dalam 50 tahun Manchester United kalah di Old Trafford setelah unggul dua gol, sementara sebelumnya mereka memenangkan 143 dari 145 pertandingan kandang ketika mampu menciptakan keunggulan tersebut.
Hal ini juga menjadi kali pertama sejak 1984 United kalah di kandang setelah memimpin saat turun minum, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka dalam kompetisi domestik.
United bahkan kembali tersingkir pada pertandingan pertama mereka di Carabao Cup untuk musim kedua beruntun setelah musim sebelumnya juga mengalami kegagalan di ajang tersebut.
Michael Carrick mengakui dirinya bertanggung jawab atas keruntuhan tim setelah pertandingan dan mengatakan bahwa United tidak boleh menerima kekalahan dengan cara tersebut.
Carrick juga menegaskan bahwa dirinya tidak merasa berada di bawah tekanan, meski mengakui hasil pertandingan tersebut tidak dapat diterima, dilansir dari Sky Sports.
Baca Juga: Tiga Pemain Timnas Indonesia Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes Masih Tanda Tanya
Kritik Pundit Makin Keras
Mantan penyerang Crystal Palace Clinton Morrison memberikan kritik tajam setelah Brighton mencetak gol ketiga dan mengatakan kepada BBC bahwa United "akan berada di bawah tekanan besar" menyusul hasil tersebut.
Morrison sebelumnya juga menyoroti masalah pertahanan United setelah mereka kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan Premier League pertama dan menilai klub seharusnya memperkuat sektor belakang pada bursa transfer musim panas.
Setelah kekalahan dari Brighton, Morrison menilai performa United sejak awal musim belum cukup baik dan menegaskan bahwa pertahanan menjadi sektor yang paling membutuhkan pembenahan.
Jamie Redknapp dari Sky Sports bahkan mempertanyakan kondisi fisik pemain United setelah melihat sejumlah pemain tidak melakukan sprint ketika Brighton melakukan serangan balik.
Redknapp juga menyebut penampilan dua bek muda United, Leny Yoro dan Ayden Heaven, "tidak cakap" dalam sejumlah situasi ketika menghadapi serangan Brighton.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dipastikan Main di Timur Tengah pada November 2026, Yordania Jadi Lawan
Sementara itu, Chris Sutton menilai persoalan United bukan hanya pada hasil karena para pemain disebut tidak mengetahui pilihan umpan berikutnya ketika Brighton mampu menjalankan rencana permainan mereka.
Statistik Membebani Carrick
Tekanan terhadap Carrick semakin kuat karena awal musim ini jauh berbeda dibandingkan periode ketika ia menjadi pelatih interim pada musim sebelumnya, saat United memperoleh hasil yang membuat klub akhirnya menunjuknya sebagai pelatih permanen.
Setelah empat pertandingan Premier League, United hanya mengumpulkan empat poin dan berada di posisi ke-13, sebuah catatan yang menyamai salah satu start terburuk klub pada era Premier League.
Gary Neville melalui Sky Sports menyebut sudah ada "concerning signs" dalam permainan United karena mereka tidak tampil baik dan kesulitan mengendalikan pertandingan.
Neville juga menilai pertandingan berikutnya melawan Fulham menjadi laga penting bagi Carrick karena tekanan akan meningkat apabila United kembali gagal mendapatkan hasil.
Baca Juga: Emil Audero Menang atas Espanyol, Maarten Paes Bawa Ajax Tekuk Willem II: Sama-sama Catat 3 Saves
Masalahnya bukan hanya jumlah poin, tetapi cara United kehilangan kendali setelah unggul, termasuk ketika menghadapi Everton dan Brighton serta ketika gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain melawan Manchester City.
Jalan Carrick Makin Sempit
Kekalahan Brighton membuat Carrick kehilangan salah satu peluang untuk mengembalikan momentum sekaligus tersingkir dari salah satu kompetisi domestik pada awal musim.
Sky Sports menilai jeda internasional setelah pertandingan melawan Fulham pada Minggu (20/9/2026) dapat menjadi periode penting bagi Manchester United jika klub mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih.
Namun, belum ada laporan bahwa Manchester United telah mengambil keputusan untuk memecat Carrick, sehingga tekanan yang muncul saat ini masih berupa sorotan terhadap performa dan masa depannya.
Baca Juga: John Herdman Puji Debut Emil Audero Melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu
Yang jelas, Carrick kini menghadapi fakta bahwa timnya hanya menang dua kali dalam enam pertandingan kompetitif, gagal mempertahankan keunggulan dua gol atas Brighton, serta tersingkir dari Carabao Cup setelah baru memainkan satu pertandingan.
Bagi Carrick, pertandingan tandang melawan Fulham menjadi kesempatan berikutnya untuk menghentikan rentetan hasil minor sebelum tekanan terhadap posisinya berkembang menjadi tuntutan perubahan di kursi pelatih. (*)
Editor : Efprizan