AC Milan Kalah 0-2 dari Benfica di liga Liga Europa, Proyek Ruben Amorim Mulai Dipertanyakan

Efprizan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:22 WIB
Alexis Saelemaekers di pertandingan melawan Benfica di San Siro. AC Milan kalah 0-2 di laga tersebut. (IG@acmilan)
Alexis Saelemaekers di pertandingan melawan Benfica di San Siro. AC Milan kalah 0-2 di laga tersebut. (IG@acmilan)

 

PONTIANAK POST - AC Milan mengawali fase liga Liga Europa 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari Benfica di San Siro, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, dalam pertandingan yang kembali menyoroti persoalan permainan Ruben Amorim.

Dodi Lukebakio membuka keunggulan Benfica pada menit ke-16 sebelum Jakub Kaminski menggandakan skor pada menit ke-53, sementara Milan gagal membalas meski menciptakan sejumlah peluang setelah jeda.

Kekalahan tersebut menjadi semakin mengecewakan karena Milan tampil pasif dan tidak menciptakan peluang berbahaya pada sebagian besar babak pertama.

Jashari Akui Ada yang Hilang

Ardon Jashari menjadi salah satu pemain Milan yang paling terbuka mengevaluasi performa tim setelah pertandingan melawan Benfica.

Kepada Sky Sport, Jashari mengakui Milan kehilangan sesuatu baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.

Baca Juga: Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup, Rekor Buruk Bikin Posisi Michael Carrick Terancam

“Kami kehilangan sesuatu, baik dengan bola maupun tanpa bola, dan ketika tidak tampil 100 persen, kami tidak mencetak gol tetapi justru kebobolan,” kata Jashari.

Jashari juga menilai Milan belum mampu menciptakan peluang sesuai dengan pola latihan yang mereka jalani. “Kami harus berbuat lebih banyak dan saya pikir kami bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya,” ujar gelandang asal Swiss tersebut.

Namun, Jashari menolak menjadikan proyek Amorim sebagai kambing hitam dan justru meminta seluruh pemain mengambil tanggung jawab. “Kami harus percaya pada proyek ini, tetapi ini belum cukup, kami harus lebih agresif,” tegas Jashari kepada Sky Sport melalui laporan MilanNews.

Amorim Akui Milan Bermasalah

Pengakuan Jashari sejalan dengan evaluasi Amorim setelah Milan kehilangan pertandingan di San Siro.

Kepada Sky Sport, Amorim mengatakan Milan memang mampu menguasai bola tetapi masih kekurangan kreativitas ketika mendekati kotak penalti lawan. “Kami sering menguasai bola, tetapi terkadang ketika menguasainya kami justru menciptakan bahaya bagi diri sendiri,” kata Amorim.

Baca Juga: Tiga Pemain Timnas Indonesia Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes Masih Tanda Tanya

Pelatih asal Portugal itu juga mengakui Milan belum terorganisasi dengan baik dan menegaskan bahwa dirinya harus siap beradaptasi untuk mencari solusi. “Kami memiliki masalah dalam menciptakan peluang, tetapi kami akan menemukan solusinya,” ujar Amorim.

Masalah tersebut terlihat jelas ketika Milan gagal menghasilkan ancaman konsisten pada babak pertama, sementara Benfica mampu memanfaatkan ruang dan mencetak gol melalui Lukebakio sebelum menambah keunggulan lewat Kaminski.

Saelemaekers: Tidak Ada Alasan

Alexis Saelemaekers juga memberikan evaluasi keras setelah kekalahan tersebut dengan menyoroti kurangnya determinasi dan ketangguhan Milan.

Menurut laporan SempreMilan, Saelemaekers menilai Milan sudah mempersiapkan pertandingan dengan baik tetapi kesalahan di lapangan akhirnya menghukum mereka.

Pemain Belgia itu bahkan menilai tidak ada alasan yang dapat digunakan untuk menjelaskan kekalahan Milan dari Benfica.

Baca Juga: Timnas Indonesia Dipastikan Main di Timur Tengah pada November 2026, Yordania Jadi Lawan

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Milan tidak hanya berkaitan dengan taktik, tetapi juga eksekusi pemain ketika menghadapi tekanan pertandingan.

Capello Soroti Ruang Ganti Milan

Kritik yang lebih tajam datang dari Fabio Capello sebelum pertandingan ketika mantan pelatih tersebut berbicara kepada Sky Sport mengenai kepemimpinan di ruang ganti Milan.

Capello mempertanyakan apakah Amorim sudah memahami siapa pemain yang dapat memberikan pengaruh ekstra di ruang ganti dan lapangan.

“Saya tidak tahu apakah dia sudah memahami siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang bisa memberinya sesuatu yang ekstra,” kata Capello.

Baca Juga: Emil Audero Menang atas Espanyol, Maarten Paes Bawa Ajax Tekuk Willem II: Sama-sama Catat 3 Saves

Capello juga menekankan pentingnya pemain senior yang mampu memimpin tim ketika pertandingan berjalan sulit.

Sorotan tersebut menjadi relevan setelah Milan kembali kesulitan menemukan respons ketika tertinggal, meski Amorim memasukkan Christian Pulisic dan Mario Gila sejak awal babak kedua. (*)

Editor : Efprizan
Benfica Ardon Jashari ac milan Ruben Amorim