PONTIANAK POST - Real Madrid dilaporkan memimpin persaingan mendapatkan JJ Gabriel setelah penyerang berusia 15 tahun itu meminta Manchester United membatalkan registrasinya, sementara Barcelona dan Bayern Munich juga memantau situasinya.
Gabriel menjadi incaran sejumlah klub elite Eropa setelah mencuri perhatian melalui penampilan impresif bersama akademi Manchester United, termasuk mencetak hat-trick pada debutnya di UEFA Youth League.
Gabriel lebih memilih melanjutkan karier di Eropa dan memiliki paspor Irlandia melalui ayahnya, Joe O'Cearuill, yang pernah memperkuat tim nasional Republik Irlandia.
Sky Sports melaporkan bahwa Gabriel telah meminta pembatalan registrasinya agar dapat meninggalkan Manchester United, sedangkan pihak klub masih berupaya meyakinkan pemain muda tersebut untuk bertahan.
Baca Juga: Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup, Rekor Buruk Bikin Posisi Michael Carrick Terancam
Real Madrid Punya Jalur Castilla
Salah satu daya tarik Real Madrid adalah peluang Gabriel mendapatkan jalur perkembangan menuju sepak bola senior melalui Castilla, tim B klub tersebut yang bermain di kasta ketiga sepak bola Spanyol.
The Guardian menyebut Barcelona telah menunjukkan ketertarikan, sementara Bayern Munich juga diketahui mengagumi pemain sayap tersebut, sehingga situasi Gabriel kini menjadi perhatian sejumlah klub besar Eropa.
Gabriel sebelumnya telah berlatih bersama tim utama Manchester United, masuk dalam sejumlah rencana pramusim Michael Carrick, dan menjalani debut senior dalam laga uji coba melawan Atletico Madrid di Stockholm pada Agustus.
Pada awal musim 2026/27, Gabriel juga mencatat dua gol dan dua assist di Premier League 2 sebelum mencetak tiga gol pada debutnya di UEFA Youth League melawan Sabah.
Baca Juga: Prediksi Skor Monaco vs Lens di Liga Prancis: Sang Tuan Rumah Tak Terkalahkan
MU Masih Berusaha Mempertahankan Gabriel
Manchester United sebenarnya masih memiliki kesempatan mempertahankan Gabriel karena sang pemain baru akan berusia 16 tahun pada 6 Oktober dan setelah itu memenuhi syarat untuk menandatangani formulir beasiswa sebelum dapat meneken kontrak profesional setahun kemudian.
Sejumlah pihak di Carrington menilai Manchester United telah memberikan jalur menuju tim utama, termasuk pertemuan Gabriel dengan mantan pelatih Ruben Amorim dan Sir Alex Ferguson serta kesempatan berlatih bersama skuad senior.
Gabriel sebelumnya juga diproyeksikan masuk skuad Manchester United untuk menghadapi Brighton & Hove Albion pada putaran ketiga Carabao Cup, yang berpotensi membuatnya menjadi pemain termuda dalam sejarah klub jika dimainkan.
Namun, namanya tidak masuk skuad saat Manchester United kalah 2-3 dari Brighton, setelah permintaan untuk meninggalkan klub muncul di tengah pembicaraan mengenai masa depannya.
Baca Juga: Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Perjuangan Los Franjiverdes Keluar dari Zona Bawah
Michael Carrick meminta semua pihak berhati-hati dalam menangani situasi tersebut karena Gabriel masih berusia 15 tahun.
"Saya hanya berpikir kami harus benar-benar berhati-hati dengan seluruh situasi ini," kata Carrick setelah kekalahan dari Brighton, seperti dikutip The Guardian.
"Dia masih anak muda, usianya 15 tahun, dan bagi saya, juga dari sudut pandang klub, kami harus menjaga pemain-pemain muda kami, kesejahteraan mereka, kondisi mereka, serta eksposur mereka," lanjut Carrick.
Situasi tersebut membuat Manchester United harus bernegosiasi dengan pemain dan keluarganya ketika sejumlah klub besar Eropa mulai memantau peluang mendapatkan Gabriel.
Baca Juga: Prediksi Skor Brentford vs Chelsea di Liga Inggris: The Pensioners Mulai Menebar Teror
The Guardian menyebut Real Madrid saat ini berada di posisi terdepan dalam persaingan tersebut, tetapi belum ada kepastian bahwa Gabriel akan meninggalkan Manchester United atau bergabung dengan klub Spanyol itu.
Bagi Gabriel, keputusan berikutnya akan menentukan tahap penting perkembangan kariernya setelah ia menembus lingkungan tim utama Manchester United pada usia yang sangat muda.
Bagi Manchester United, persoalan ini bukan hanya menyangkut potensi kehilangan pemain akademi, tetapi juga bagaimana klub mempertahankan talenta yang telah mereka kembangkan sejak Gabriel bergabung pada usia 11 tahun. (*)
(*)
Editor : Efprizan