PONTIANAK POST– Kapten sekaligus striker Inter Milan Lautaro Martinez meraih capocannoniere (pencetak gol terbanyak) Serie A musim lalu dengan 17 gol.
Lautaro unggul tiga gol dari striker Como 1907 Anastasios Douvikas dan false nine AS Roma Donyell Malen. Ada anggapan Malen lebih layak meraihnya karena pemain timnas Belanda itu baru bergabung dengan Giallorossi –sebutan AS Roma– di paruh kedua musim.
Musim ini, Malen langsung tancap gas dengan melesakkan 6 gol dalam empat giornata awal. Pemain 27 tahun itu pun meninggalkan Lautaro yang baru mengemas 2 gol.
Pertemuan keduanya di Stadio Olimpico, Roma, malam nanti jadi momen pembuktikan bahwa Malen layak menyalip Lautaro (siaran langsung Vidio pukul 23.00 WIB).
”Dia memiliki kemampuan luar biasa untuk menerjemahkan gerakan yang tampaknya sederhana menjadi sebuah gol,” kata allenatore AS Roma Gian Piero Gasperini tentang produktivitas Malen seperti dilansir dari Sky Sport Italia.
Baca Juga: Prediksi skor Venezia vs Lazio di Liga Italia: Biancocelesti Berusaha Pertahankan Rekor
Jalur Sepatu Emas Eropa
Untuk saat ini, Malen masuk dalam bursa pencetak gol terbanyak Eropa di musim ini. Di lima liga elite Eropa, Malen hanya kalah oleh false nine FC Barcelona,
Raphinha, yang sudah mengumpulkan sembilan gol di LALIGA. Ada pula Lamine Yamal (FC Barcelona) dan Kylian Mbappe (Real Madrid) yang menciptakan tujuh gol.
Meski begitu, dengan total kontribusi 21 gol dan 25 umpan gol sejak membela AS Roma per 16 Januari lalu, statistik Malen tak tertandingi siapa pun.
”Bagaimana mungkin pemain cadangan Aston Villa jadi pencetak gol terbanyak Eropa,” demikian judul berita BBC Sport. Malen memang terpinggirkan di Aston Villa selama 1,5 musim sebelum digaet AS Roma.
Diakui Malen, koneksi apik dengan second striker Paulo Dybala punya adil atas produktivitas golnya. Dybala telah mengemas 3 umpan gol dari empat giornata musim ini.
Baca Juga: Prediksi Skor Udinese vs Cagliari di Liga Italia: Rossoblu Incar Tiga Kemenangan Beruntun
”Koneksi yang menyenangkan. Umpan-umpan Dybala selalu luar biasa,” puji Malen kepada Dybala dilansir dari DAZN.
Memori El Toro-Thuram
Meski golnya tidak sebanyak Malen, Lautaro tetap jadi ancaman AS Roma malam nanti. Pemilik julukan El Toro itu memimpin Inter membungkam Giallorossi di Olimpico musim lalu atau pada giornata ketujuh Serie A 2025–2026.
Tandem Lautaro, Marcus Thuram, juga sudah menemukan ketajamannya lagi dalam dua laga terakhir di Serie A. Thuram mampu mencetak dua gol dan satu umpan gol.
Musim lalu, Thuram juga sukses mencetak satu gol dan dua umpan gol yang membantu Inter membekuk AS Roma 5-2 di Stadio Giuseppe Meazza, Milan. ”Jika Malen punya Dybala, kami punya Lautaro dan Marcus (Thuram),” kata gelandang baru Inter Curtis Jones kepada Calciomercato.
Baca Juga: Prediksi Skor Bologna vs Torino di Liga Italia: Misi Palladino Raih Kemenangan
Prediksi Susunan Pemain
AS ROMA (3-4-2-1): 99-Svilar (g); 26-Balerdi, 23-Mancini, 22-Hermoso; 20-Molina, 17-Kone, 4-Cristante (c), 43-Wesley; 21-Dybala, 18-Soule; 14-Malen
Pelatih: Gian Piero Gasperini
INTER MILAN (3-5-2): 1-Josep Martinez (g); 31-Bisseck, 25-Akanji, 95-Bastoni; 17-Diouf, 23-Barella, 7-Zielinski, 21-Curtis Jones, 32-Dimarco; 10-Lautaro (c), 9-Thuram
Pelatih: Cristian Chivu
Wasit: Davide Massa
Stadion: Stadio Olimpico, Roma
Siaran Langsung: Vidio pukul 23.00 WIB
Baca Juga: JJ Gabriel Ingin Tinggalkan Manchester United, Real Madrid Memimpin Persaingan Transfer
Prediksi Skor Roma vs Inter
Sports Mole memprediksi Inter menang 2-1, sementara analisis datanya menunjukkan skor 2-1 untuk Roma dan 1-2 sebagai skor kemenangan Inter yang paling mungkin berdasarkan model mereka.
Riwayat pertemuan, produktivitas kedua tim, serta kekuatan serangan Inter membuat laga ini berpotensi menghasilkan lebih dari dua gol, tetapi pertahanan Roma yang baru kebobolan sekali membuat margin kemenangan diperkirakan tipis.
Prediksi Pontianak Post: Roma 1-2 Inter Milan. (*)
Editor : Efprizan