PONTIANAK POST - Roberto Mancini langsung mengarahkan periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia untuk membangun generasi baru dengan memanggil 11 pemain berusia di bawah 23 tahun ke pemusatan latihan di Coverciano, Firenze.
Mancini tidak membawa banyak pemain dari skuad Italia yang menjuarai Euro 2020, yang turnamennya digelar pada 2021, untuk rangkaian empat pertandingan UEFA Nations League mendatang.
Hanya lima pemain jebolan skuad juara tersebut yang kembali dipanggil, yakni kapten Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, Giovanni Di Lorenzo, Nicolo Barella, dan Giacomo Raspadori.
Sebaliknya, Mancini memberikan ruang besar kepada pemain muda sebagai bagian dari rencana jangka panjang Gli Azzurri.
Baca Juga: Turki vs Prancis di UEFA Nations League: Zidane Ditantang untuk Melebihi Deschamps
Mancini Bidik Generasi Menuju 2030
Mancini menyebut pemain muda sebagai bagian penting dari masa depan Timnas Italia dan ingin membangun skuad yang tangguh dalam empat tahun ke depan.
"Para pemain muda inilah yang menjadi masa depan Gli Azzurri," kata Mancini seperti dilansir Sky Sport Italia.
Proyeksi tersebut mengarah kepada Piala Dunia 2030, ketika para pemain muda yang kini dipanggil diharapkan telah memasuki usia yang lebih matang secara kompetitif.
Italia memiliki alasan kuat untuk melakukan regenerasi setelah gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia terakhir, yakni 2018, 2022, dan 2026.
"Kami ingin memenangkan lagi hati penggemar yang merasa dikhianati dan membawa timnas kembali ke tempat yang seharusnya," tegas Mancini.
Baca Juga: Inggris Kehilangan Palmer, Rice, dan Rashford Jelang Lawan Spanyol di UEFA Nations League
Timnas Italia mengawali perjalanan di UEFA Nations League 2026/2027 dengan menghadapi Belgia pada Matchday 1 Grup A1. Pertandingan berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (25/9/2026) malam waktu setempat atau Sabtu (26/9/2026) dini hari pukul 01.45 WIB.
11 Pemain U-23 Dipanggil
Sebelas pemain berusia di bawah 23 tahun masuk dalam skuad muda yang dipersiapkan Mancini di Coverciano.
| Posisi | Pemain | Usia | Klub |
|---|---|---|---|
| Kiper | Massimo Pessina | 18 | Bologna FC |
| Bek tengah | Giorgio Scalvini | 22 | Atalanta BC |
| Bek tengah | Honest Ahanor | 18 | Crystal Palace |
| Bek tengah | Diego Coppola | 22 | Paris FC |
| Bek tengah | Eddy Kouadio | 20 | AC Monza |
| Bek kanan | Michael Kayode | 22 | Brentford FC |
| Gelandang | Issa Doumbia | 22 | Sporting CP |
| Gelandang | Alessandro Romano | 20 | Cagliari Calcio |
| Winger | Samuele Inacio | 18 | Borussia Dortmund |
| Winger | Mohamed Ali Zoma | 22 | FC Nuremberg |
| Penyerang | Pio Esposito | 21 | Inter Milan |
Komposisi tersebut memperlihatkan Mancini memberikan perhatian kepada hampir seluruh lini, mulai dari penjaga gawang, pertahanan, lini tengah, pemain sayap hingga penyerang.
Di antara pemain muda tersebut, Giorgio Scalvini menjadi salah satu nama yang telah memiliki pengalaman di level tinggi bersama Atalanta, sedangkan Pio Esposito sudah mencatat sembilan penampilan bersama Gli Azzurri.
Baca Juga: Jadwal Lengkap UEFA Nations League 2026 Pekan Pertama: Belanda vs Jerman Jadi Pembuka Big Match
Esposito Bersaudara dalam Satu Skuad
Nama Pio Esposito juga menghadirkan cerita keluarga karena adiknya tersebut menjadi bagian dari keluarga Esposito yang memiliki dua pemain sepak bola profesional.
Pio yang berusia 21 tahun merupakan penyerang Inter Milan, sedangkan kakaknya, Sebastiano Esposito, berusia 25 tahun dan bermain untuk US Sassuolo.
Keduanya sama-sama masuk dalam pembahasan skuad Italia, tetapi memiliki status berbeda di bawah kepemimpinan Mancini.
Pio sudah sembilan kali memperkuat Gli Azzurri, sedangkan Sebastiano belum mencatatkan debut bersama tim senior Italia.
Kehadiran Pio sekaligus memperlihatkan bagaimana Mancini mulai memberikan tempat kepada pemain yang dapat menjadi bagian dari proyek jangka panjang tim nasional.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kembali Dipanggil Timnas Portugal untuk UEFA Nations League 2026
Target Italia Kembali ke Piala Dunia
Regenerasi menjadi agenda penting Italia setelah Gli Azzurri absen pada Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026.
Mancini kini memproyeksikan skuad untuk jangka empat tahun sehingga para pemain muda yang mendapat kesempatan pada periode ini dapat berkembang menuju usia matang pada 2030.
Namun, proyek tersebut tetap berjalan berdampingan dengan sejumlah pemain senior yang masih menjadi bagian penting skuad, termasuk Donnarumma, Bastoni, Di Lorenzo, Barella, dan Raspadori.
Perpaduan pemain senior dan generasi muda menjadi fondasi yang sedang dibangun Mancini dalam periode keduanya menangani Italia. (*)
Editor : Efprizan