PONTIANAK POST — Lionel Messi dijadwalkan kembali mengenakan seragam Argentina untuk satu pertandingan penghormatan melawan Benin pada 6 Oktober 2026. Laga di Stadion Monumental, Buenos Aires, itu disiapkan sebagai perpisahan sang kapten dengan tim nasional setelah ia mengumumkan pensiun pada akhir Agustus.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi pendukung Argentina menyampaikan terima kasih secara langsung kepada pemain yang memimpin mereka menjuarai Piala Dunia 2022. Di luar Argentina, rencana perpisahan itu juga menarik perhatian karena menutup perjalanan lebih dari dua dekade salah satu pesepak bola paling dikenal di dunia bersama negaranya. Namun, pertandingan ini bukan pengumuman bahwa Messi pensiun dari seluruh sepak bola. Ia masih bermain untuk Inter Miami.
Diundang Kembali untuk Berpamitan
Messi telah menyatakan pensiun dari tim nasional dalam surat yang dipublikasikan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) pada 31 Agustus. Meski demikian, AFA kemudian mengundangnya tampil dalam laga penghormatan melawan Benin. Pertandingan itu menjadi penutup rangkaian tiga laga persahabatan Argentina pada jeda internasional kali ini.
Argentina lebih dahulu dijadwalkan menghadapi Bolivia pada 30 September di Córdoba dan Burkina Faso pada 3 Oktober di Stadion Monumental. Tiga hari setelah laga melawan Burkina Faso, stadion yang sama akan menjadi tempat penghormatan bagi Messi.
Keputusan menggelar satu pertandingan lagi memberi perpisahan Messi bentuk yang berbeda. Surat pensiunnya memberi publik kesempatan membaca apa yang ia rasakan; laga melawan Benin memberi mereka kesempatan melihatnya sekali lagi bersama Argentina.
Jersey Khusus untuk Laga Perpisahan
Antusiasme menjelang laga juga terlihat di Instagram Messi. Ia mengunggah video yang memperlihatkan jersey khusus untuk pertandingan perpisahannya bersama Argentina melawan Benin. Unggahan itu diberi keterangan, “Último partido... Una camiseta para toda la vida”—pertandingan terakhir, sebuah jersey untuk seumur hidup. Video tersebut ramai dibicarakan.
Jersey itu mempertahankan warna biru langit dan putih khas Argentina. Bagian kerah dan ujung lengannya diberi aksen emas. Lambang AFA, nama MESSI, serta nomor 10 juga ditampilkan dengan warna emas.
Pada bagian belakang, motif sinar memancar dari area nomor punggung. Rancangannya merujuk pada Matahari Mei, simbol yang dikenal dalam identitas Argentina. Detail tersebut menjadikan jersey perpisahan ini berbeda dari seragam pertandingan biasa, sekaligus menempatkan nomor 10 sebagai pusat desainnya.
Juara Dunia 2022 Diundang Hadir
Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) Claudio Tapia mengatakan seluruh anggota tim Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 diundang bersama keluarga mereka untuk mendampingi perpisahan Lionel Messi di Stadion Monumental pada 6 Oktober. Undangan itu belum berarti setiap pemain telah memastikan kehadirannya.
Sejumlah nama besar tercantum dalam skuad Argentina untuk rangkaian laga persahabatan kali ini, termasuk Emiliano Martínez, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez. Rodrigo De Paul serta Giovani Lo Celso dijadwalkan bergabung untuk laga terakhir melawan Benin bersama Messi.
Surat Perpisahan yang Sarat Emosi
Messi menyampaikan keputusan pensiunnya melalui surat setelah Argentina mencapai final Piala Dunia 2026. Dalam surat tersebut, ia mengatakan keputusan itu telah dipikirkan dengan matang dan terasa berat baginya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan setim, pelatih, serta pendukung yang mendampinginya selama sekitar 20 tahun.
“Fue una decisión que dolió y duele en el alma,” tulis Messi—keputusan yang menyakitkan saat diambil dan masih terasa menyakitkan. Ia mengatakan telah memberikan seluruh kemampuannya untuk Argentina, termasuk pada masa ketika gelar belum kunjung datang.
Bagian itu mengingatkan bahwa kisah Messi bersama tim nasional tidak selalu berisi perayaan. Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia, ia menjalani tahun-tahun ketika pencapaiannya bersama Argentina terus dibandingkan dengan keberhasilannya di level klub. Karena itulah, kesempatan berpamitan di depan pendukung sendiri memiliki arti yang melampaui hasil sebuah pertandingan persahabatan.
Monumental Bersiap Menyambut GOAT
AFA telah mengumumkan penjualan tiket untuk laga Argentina melawan Benin melalui Deportick. Harga yang diumumkan berkisar dari 90.000 peso Argentina untuk tribune umum hingga 480.000 peso Argentina untuk kategori tempat duduk tertentu. AFA belum mencantumkan jam pembukaan stadion pada pengumuman tiket yang ditinjau.
Penjualan tiket menjadi salah satu tanda persiapan konkret menjelang laga. Namun, jumlah tiket yang terjual atau proporsi pembeli dari luar Argentina belum diumumkan dalam informasi AFA tersebut. Karena itu, besarnya antusiasme penonton di stadion belum bisa dinyatakan dengan angka.
Bagi pendukung yang hadir, pertandingan ini akan mempertemukan dua suasana sekaligus: menyaksikan Argentina bermain dan melepas sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan mereka. Bagi penggemar yang mengikuti dari negara lain, perhatian akan tertuju pada momen ketika Messi kembali memasuki lapangan dengan seragam biru-putih setelah menyatakan pamit.
Perpisahan Messi terasa spesial karena anggapan bahwa dia adalah GOAT, singkatan dari Greatest of All Time atau pemain terbaik sepanjang masa. Banyak pesepak bola dan penggemar menempatkannya dalam posisi itu. Mantan pemain Chelsea Eden Hazard, misalnya, pernah menyebut Messi sebagai satu-satunya GOAT ketika ditanya apakah gelar tersebut patut dibagi dengan Cristiano Ronaldo.
Penilaian itu didukung deretan pencapaian yang sulit ditandingi. Messi memenangi delapan Ballon d’Or, terbanyak dalam sejarah penghargaan tersebut. Bersama Argentina, ia menjuarai Copa América 2021 dan 2024 serta Piala Dunia 2022; di level klub, ia meraih berbagai gelar bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Inter Miami.
Bagi mereka yang tumbuh menyaksikan Messi, laga melawan Benin akan menjadi kesempatan terakhir melihatnya membela Argentina.
Perjalanan yang Mengubah Argentina
Messi memulai kiprahnya bersama tim nasional senior pada 2005. Dalam perjalanan panjang itu, ia meraih Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia Qatar 2022, dan Copa América 2024. Sebelum keberhasilan bersama tim senior tersebut, ia juga menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2005 dan meraih emas Olimpiade Beijing 2008.
Gelar Piala Dunia 2022 menjadi puncak yang paling dikenang. Setelah bertahun-tahun mengejar trofi terbesar bersama Argentina, Messi akhirnya mengangkatnya sebagai kapten. Keberhasilan itu membuat laga penghormatannya kali ini terasa seperti penutup sebuah perjalanan yang pernah melalui penantian panjang.
Pengaruh Messi pun melampaui satu generasi pemain. Ia pernah menjadi pemain muda yang berusaha mendapat tempat di tim nasional; kini Argentina menyiapkan pemain-pemain berikutnya untuk melanjutkan perjalanan tanpa dirinya. FIFA menyoroti bahwa laga perpisahan tersebut berlangsung ketika wajah-wajah baru mulai hadir dalam skuad Argentina.
Statistik Lionel Messi Bersama Argentina
Hingga 24 September 2026, sebelum laga perpisahan melawan Benin, Messi mencatat 207 penampilan dan 125 gol bersama timnas senior Argentina. Jika penampilan bersama tim U-20 dan tim Olimpiade U-23 turut dihitung, jumlahnya menjadi 230 pertandingan dan 141 gol. Angka dari tim usia muda tidak termasuk dalam catatan penampilan senior.
| Tim | Pertandingan kompetitif | Laga persahabatan | Total penampilan | Total gol |
|---|---|---|---|---|
| Argentina U-20 | 16 laga, 11 gol | 2 laga, 3 gol | 18 | 14 |
| Argentina U-23/Olimpiade | 5 laga, 2 gol | 0 | 5 | 2 |
| Argentina senior | 146 laga, 71 gol | 61 laga, 54 gol | 207 | 125 |
| Seluruh kelompok usia | 167 laga, 84 gol | 63 laga, 57 gol | 230 | 141 |
Rincian tim U-20 dan U-23 mengikuti pemisahan laga kompetitif dan persahabatan dalam catatan statistik karier Messi. Rincian senior dijabarkan di bawah agar kategori pertandingannya jelas.
Rincian Timnas Senior
| Ajang | Penampilan | Gol |
|---|---|---|
| Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan | 72 | 36 |
| Piala Dunia | 34 | 21 |
| Copa América | 39 | 14 |
| Finalissima | 1 | 0 |
| Total pertandingan kompetitif | 146 | 71 |
| Persahabatan internasional | 61 | 54 |
| Total timnas senior | 207 | 125 |
Pesan dari Rekan Setim dan Petinggi FIFA
Pengumuman pensiun Messi dari tim nasional pada 31 Agustus memunculkan pesan perpisahan dari rekan-rekannya. Presiden FIFA Gianni Infantino berterima kasih atas kegembiraan yang diberikan Messi kepada jutaan penggemar sepak bola. Ia menyebut Messi meninggalkan tim nasional sebagai juara dunia dan salah satu pemain terbesar dalam sejarah olahraga itu.
Bagi Enzo Fernández, kehilangan Messi terasa paling nyata ketika membayangkan pemusatan latihan Argentina berikutnya. Ia mengatakan sulit membayangkan memasuki lapangan tanpa melihat Messi mengenakan nomor 10, lalu berterima kasih atas pelajaran dan kesempatan bermain bersamanya.
Lautaro Martínez mengenang pengaruh Messi di luar pertandingan. Menurut dia, sang kapten mengajarkan rekan-rekannya untuk terus berusaha setelah mengalami kegagalan, bekerja tanpa banyak bicara, dan percaya pada kemampuan mereka sendiri.
Rodrigo De Paul menyoroti kepemimpinan dan perhatian Messi kepada setiap pemain yang datang ke tim nasional. Sementara itu, Ángel Di María menyebut dirinya beruntung dapat menyaksikan permainan Messi, berbagi tahun-tahun bersamanya di Argentina, dan melihatnya mewujudkan impian menjadi juara dunia.
Komentar-komentar tersebut disampaikan saat Messi mengumumkan pensiun pada 31 Agustus, sebelum laga penghormatan melawan Benin. Pesan itu menunjukkan besarnya penghormatan kepada Messi, tetapi tidak dapat dijadikan bukti bahwa para tokoh tersebut telah memastikan hadir di stadion pada 6 Oktober.
Perpisahan dari Tim Nasional, Bukan Lapangan Hijau
Istilah “pertandingan terakhir Messi” perlu dibaca sesuai konteksnya. Laga melawan Benin direncanakan sebagai penampilan perpisahan bersama tim nasional Argentina. Messi belum menyatakan bahwa pertandingan itu akan menjadi laga terakhir dalam karier profesionalnya; AFA masih mencatatnya sebagai pemain Inter Miami.
Perhatian dunia pada 6 Oktober nanti tidak hanya tertuju pada gol atau hasil akhir. Yang dinanti ialah kesempatan melihat Messi berpamitan kepada Argentina dengan cara yang selama dua dekade paling akrab dengannya: berada di lapangan, mengenakan nomor 10, dan bermain di hadapan pendukungnya.
Hingga 24 September 2026, belum ada pengumuman resmi tentang televisi atau platform streaming yang menayangkan Argentina vs Benin di Indonesia. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro