Prediksi Skor Italia vs Belgia di UEFA Nations League: Duel Dua Pelatih Baru

Efprizan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:33 WIB
Roberto Mancini memulai periode keduanya sebagai pelatih Italia saat menghadapi Belgia di UEFA Nations League. (IG@azzurri)
Roberto Mancini memulai periode keduanya sebagai pelatih Italia saat menghadapi Belgia di UEFA Nations League. (IG@azzurri)

PONTIANAK POST - Italia memulai era kedua Roberto Mancini dengan menghadapi Belgia pada pertandingan pembuka Grup A1 UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu, 26 September 2026 pukul 01.45 WIB.

Pertandingan ini menjadi ujian pertama Mancini setelah kembali menangani Italia sekaligus debut Mark van Bommel sebagai pelatih Belgia, sehingga kedua tim sama-sama memasuki laga dengan sistem dan komposisi yang sedang dibangun ulang.

Italia dan Belgia sama-sama melakukan pergantian pelatih setelah Piala Dunia 2026, dengan Mancini kembali ke Italia dan Van Bommel mengambil alih Belgia dari Rudi Garcia.

Mancini Ingin Italia Langsung Meyakinkan

Mancini mengakui persiapan Italia sangat singkat karena skuad baru memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan pertandingan, tetapi dia tetap menargetkan permainan positif sejak awal.

“Perasaannya positif, kami harus memenangkan hati para penggemar, kami akan mencoba bermain bagus sejak awal dan mendapatkan hasil, itu obat terbaik jika ingin masyarakat mendukung kami,” kata Mancini dalam konferensi pers prapertandingan, dikutip situs resmi Federasi Sepak Bola Italia.

Baca Juga: Italia vs Belgia di UEFA Nations League: 11 Pemain U-23 Dipanggil ke Gli Azzurri

Mancini juga mengungkapkan ambisi membawa Italia melangkah lebih jauh setelah sebelumnya hanya finis di posisi ketiga Nations League 2022/2023.

“Semoga kali ini kami bisa mencapai final dan bermain untuk trofi, grup ini sulit, tetapi kami akan memberikan segalanya,” ujar Mancini.

Kembalinya Mancini memiliki nilai historis karena pelatih tersebut merupakan sosok yang membawa Italia menjuarai Euro 2020, sedangkan kini dia ditugaskan membangun kembali tim setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Donnarumma: Siklus Baru Italia Dimulai

Kapten Italia Gianluigi Donnarumma menyebut kedatangan kembali Mancini memberikan ikatan khusus karena keduanya pernah meraih kesuksesan bersama di Euro 2020.

“Ada ikatan khusus dengan pelatih karena semua yang kami lalui bersama dan apa yang kami raih, saya senang dia kembali dan yakin dia akan banyak membantu kami,” kata Donnarumma dalam konferensi pers yang dikutip FIGC.

Baca Juga: Turki vs Prancis di UEFA Nations League: Zidane Ditantang untuk Melebihi Deschamps

Donnarumma menegaskan Italia ingin bermain agresif dan mengendalikan pertandingan sebagai bagian dari upaya membangun tim baru.

“Kami ingin bermain menyerang, agresif dan mencoba mengendalikan permainan, tujuan kami adalah membangun tim Italia yang hebat,” ujar kiper Manchester City tersebut.

Donnarumma juga menyebut kegagalan Italia tampil di Piala Dunia sebagai periode sulit yang harus ditinggalkan dengan membangun siklus baru.

“Sekarang kami harus memulai lagi, sebuah siklus baru sedang dimulai, kami penuh motivasi dan besok tugas kami adalah memberikan percikan kepada para penggemar,” kata Donnarumma.

Van Bommel Tegaskan Belgia Pakai 4-3-3

Belgia juga memulai era baru bersama Van Bommel yang langsung menetapkan identitas permainan dengan formasi 4-3-3.

Baca Juga: Prediksi Skor Swedia vs Rumania di UEFA Nations League: Potter-Hagi Bertemu, Dulu Idola Kini Lawan

“Ya, 4-3-3, saya orang Belanda, kami selalu 4-3-3,” kata Van Bommel dalam wawancara dengan Sky Sport Italia yang dikutip Football Italia.

Van Bommel mengakui waktu persiapan sangat terbatas karena dirinya baru memiliki beberapa hari untuk menjelaskan konsep permainan kepada para pemain.

“Tidak mudah mempersiapkan tim dalam empat hari, kami mengadakan beberapa pertemuan dengan para pemain untuk menjelaskan apa yang ingin kami lakukan,” ujar Van Bommel.

Pelatih asal Belanda itu ingin Belgia menguasai bola dan segera merebutnya kembali ketika kehilangan penguasaan, tetapi dia juga mengakui Italia berada dalam kondisi yang sama karena pergantian pelatih.

“Kami ingin menguasai bola dan ketika kehilangan bola, kami ingin segera merebutnya kembali, kami ingin mendominasi pertandingan, tetapi itu tidak mudah ketika memulai era baru,” kata Van Bommel.

Baca Juga: Jersey Perpisahan Messi Layak Dikoleksi? Cek Harga, Kualitas, dan Potensi Naik Harganya

Van Bommel juga menyebut Italia sulit diprediksi karena Mancini baru kembali menggantikan Gennaro Gattuso.

“Sulit mempersiapkan diri karena Anda tidak tahu apa yang akan dia lakukan, Italia juga berada dalam situasi yang sama seperti kami,” ujarnya.

De Bruyne Tetap Jadi Pemimpin Belgia

Kevin De Bruyne menjadi salah satu pemain senior yang masih bertahan di tim Belgia setelah sejumlah perubahan dalam skuad pasca-Piala Dunia 2026.

“Saya tidak pernah mempertimbangkan untuk berhenti, itu tidak pernah menjadi masalah bagi saya,” kata De Bruyne kepada wartawan, dikutip Reuters pada 22 September 2026.

De Bruyne mengatakan motivasi dan kondisi fisiknya menjadi alasan utama untuk terus membela Belgia di level internasional.

Baca Juga: Paul Merson: Manchester City Tak Akan Juara Liga Inggris Jika Terus Bermain Seperti Lawan Sunderland

“Selama saya masih memiliki motivasi itu, mengapa saya harus berhenti?” ujar pemain Napoli tersebut.

Gelandang berusia 35 tahun itu juga memberikan penilaian positif terhadap Van Bommel yang menurutnya memiliki gaya komunikasi langsung.

“Dia orang Belanda yang sangat langsung dalam berkomunikasi, saya menyukainya, seseorang yang mengatakan sesuatu apa adanya,” kata De Bruyne.

Rekor Pertemuan Lebih Menguntungkan Italia

Italia memiliki catatan kuat dalam pertemuan terbaru dengan Belgia setelah memenangi empat dari lima duel terakhir, sedangkan satu pertandingan lainnya berakhir imbang 2-2 di Stadion Olimpico pada Nations League 2024.

Pertemuan terakhir di Brussel pada November 2024 berakhir dengan kemenangan Italia 1-0 melalui gol Sandro Tonali, sementara duel sebelumnya di Roma berakhir 2-2.

Baca Juga: Performa Manchester United Buruk, Antonio Conte Dikaitkan Gantikan Michael Carrick

Namun, Belgia datang dengan modal kompetitif setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026 sebelum kalah 1-2 dari Spanyol, sedangkan Italia gagal lolos ke putaran final setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti pada babak playoff.

Football Whispers mencatat Belgia hanya kalah sekali dalam 19 pertandingan terakhir di semua kompetisi, sedangkan Italia meraih tiga kemenangan dan satu kekalahan dalam empat pertandingan mereka pada 2026.

Prediksi Starting Lineup Italia vs Belgia

Italia (4-3-3): Donnarumma; Kayode, Mancini, Scalvini, Calafiori; Barella, Tonali, Frattesi; Inacio, Pio Esposito, Raspadori.

Belgia (4-2-3-1): Lammens; Castagne, De Winter, Theate, De Cuyper; Tielemans, Lavia; Lukebakio, De Bruyne, Godts; Lukaku.

Italia kehilangan Alessandro Bastoni karena skorsing serta Federico Dimarco, Bryan Cristante, dan Manuel Locatelli karena cedera, sedangkan Belgia tidak diperkuat Thibaut Courtois, Leandro Trossard, dan Jeremy Doku.

Baca Juga: Jelang Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026: Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Gantikan Idzes

Prediksi Skor Italia vs Belgia

Sports Mole memprediksi pertandingan berakhir Italia 1-1 Belgia, dengan alasan kedua tim masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pelatih baru.

Football Whispers juga memperkirakan skor 1-1, sementara analisisnya menyebut kekuatan kandang Italia berhadapan dengan konsistensi Belgia dalam pertandingan-pertandingan terakhir.

Forebet memberikan prediksi berbeda dengan skor 2-2, berdasarkan model yang menempatkan peluang kemenangan Italia 38 persen, imbang 40 persen, dan kemenangan Belgia 22 persen. (*)

Sumber Prediksi Skor
Sports Mole Italia 1-1 Belgia
Football Whispers Italia 1-1 Belgia
Forebet Italia 2-2 Belgia
Prediksi Pontianak Post Italia 1-1 Belgia

 

Editor : Efprizan
UEFA Nations League 2026 Italia vs Belgia prediksi skor Italia vs Belgia Roberto Mancini