Kiamat di Etihad! Manchester City Terancam Pengurangan Poin, Degradasi, Hingga Eksodus Para Bintang

Efprizan • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 13:43 WIB
Erling Haaland menjadi sorotan di tengah potensi eksodus bintang Manchester City akibat ketidakpastian sanksi finansial klub. (IG@mancity)
Erling Haaland menjadi sorotan di tengah potensi eksodus bintang Manchester City akibat ketidakpastian sanksi finansial klub. (IG@mancity)

PONTIANAK POST - Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 pelanggaran aturan finansial Premier League oleh komisi independen, membuka kemungkinan sanksi berupa denda, pengurangan poin hingga degradasi setelah proses banding selesai.

Putusan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang berlangsung selama sembilan musim, dari 2009/2010 hingga 2017/2018, sementara Manchester City membantah temuan tersebut dan berencana mengajukan banding.

Ancaman pengurangan poin hingga degradasi

Premier League memiliki sejumlah pilihan sanksi terhadap klub yang terbukti melanggar aturan, termasuk denda, pengurangan poin dan sanksi olahraga lainnya, sesuai mekanisme komisi independen.

Reuters melaporkan bahwa kemungkinan hukuman Manchester City dapat mencakup pengurangan poin dalam jumlah besar atau bahkan degradasi jika putusan tersebut bertahan melalui proses banding.

Perkiraan pengurangan 40 hingga 60 poin sebelumnya dikemukakan pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire, tetapi angka tersebut merupakan analisis mengenai kemungkinan sanksi dan bukan keputusan resmi Premier League.

Baca Juga: 115 Dakwaan Manchester City Masuk Tahap Banding, Apa Potensi Sanksi untuk The Citizens?

Sebagai konteks, Manchester City saat ini berada di puncak klasemen Premier League 2026/2027 dengan lima kemenangan dari lima pertandingan dan 15 poin setelah menang 5-3 atas Sunderland pada 20 September.

Dengan posisi tersebut, pengurangan poin dalam jumlah besar secara matematis dapat mengubah posisi Manchester City secara drastis, tetapi dampaknya belum dapat dipastikan sebelum sanksi resmi ditetapkan.

Kasus finansial berlangsung hampir satu dekade

Reuters melaporkan komisi independen menemukan pelanggaran serius yang berkaitan dengan cara Manchester City menyajikan kondisi finansial dan transaksi komersial selama periode tersebut.

Menurut laporan tersebut, transaksi komersial yang dipersoalkan disebut meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang dilaporkan dengan nilai lebih dari 900 juta poundsterling selama periode 2009 hingga 2018.

Premier League juga menyatakan Manchester City gagal bekerja sama dalam investigasi dan memberikan bukti yang dinilai tidak benar selama proses persidangan, sementara klub menolak tuduhan tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Bolivia: Awal Era Baru Tanpa Lionel Messi

Kasus itu bermula dari dakwaan yang diajukan Premier League pada Februari 2023 setelah investigasi yang berlangsung sekitar empat tahun.

Proses hukum belum selesai karena Manchester City telah menyatakan akan menggunakan jalur banding untuk mempertahankan pembelaannya.

Trofi masa lalu ikut menjadi sorotan

Dampak putusan tidak hanya menyangkut posisi Manchester City pada musim berjalan karena kemungkinan sanksi juga memunculkan pertanyaan mengenai status prestasi klub selama periode yang diperiksa.

Potensi sanksi dapat berdampak terhadap gelar masa lalu, kualifikasi kompetisi Eropa dan posisi Manchester City dalam sejarah Premier League jika hukuman tertentu diberlakukan.

Namun, pencabutan gelar belum menjadi keputusan resmi, sehingga tidak tepat menganggap trofi Manchester City otomatis akan dibatalkan hanya berdasarkan putusan pelanggaran tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Hong Kong vs Brunei Darussalam di FIFA ASEAN Cup 2026: Pesta Gol The Dragons ke Final

Perdebatan mengenai gelar 2011/2012 juga muncul setelah Wayne Rooney menyatakan kepada podcast Stick to United bahwa pencabutan gelar tersebut akan terasa tidak adil bagi pemain dan staf yang meraihnya di lapangan.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa konsekuensi kasus dapat menyentuh pemain, suporter dan klub lain yang bersaing dengan Manchester City selama periode yang dipersoalkan.

Guardiola dan pemain berada dalam ketidakpastian

Pep Guardiola sebelumnya menyatakan kepercayaannya kepada Manchester City ketika kasus finansial masih dalam proses hukum, tetapi putusan komisi kini menempatkan klub pada fase baru yang masih harus melalui banding.

Ketidakpastian tersebut juga dapat memengaruhi perencanaan klub apabila sanksi olahraga akhirnya diterapkan, terutama terkait kompetisi, perekrutan pemain dan masa depan para pemain utama.

Erling Haaland menjadi salah satu nama penting dalam skuad Manchester City, tetapi belum ada keputusan resmi yang menyatakan pemain tertentu akan meninggalkan klub akibat kasus tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Timor Leste vs Kamboja di FIFA ASEAN Cup 2026: Angkor Warriors Cukup Imbang

Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak tetap menyatakan klub akan melanjutkan proses hukum untuk membantah temuan yang dijatuhkan terhadap mereka, sementara CEO Ferran Soriano menyebut proses tersebut dapat berlangsung bertahun-tahun.

Bagi suporter, persoalan terbesar saat ini bukan hanya kemungkinan kehilangan poin atau status kompetisi, tetapi juga ketidakpastian mengenai masa depan klub setelah proses banding selesai.

Premier League sendiri belum menjatuhkan hukuman final dalam perkara tersebut, sehingga Manchester City belum terdegradasi dan belum kehilangan gelar apa pun akibat kasus ini pada saat artikel ditulis. (*)

Editor : Efprizan
115 pelanggaran sanksi Manchester City manchester city Premier League