Dimana dalam monitoring kestabilan harga dan ketersediaan Stok Gula, Masker dan Hand Sanitizer terkait pemyebaran virus corona di Kota Singkawang ini menyasar apotik, toko obat dan ritel modern di Kota Singkawang.
Seperti terpantau di Toko obat elang mas, Jl. P.Diponegoro, kelurahan Pasiran, Singkawang Barat. Dimana di toko ini baru 12 botol sanitizer baru datang. Jumlahnya hanya 12 botol, sedangkan masker kondisi kosong. Toko ini terakhir menjual masker Januari 2020. Begitu juga di Toko obat 333, Jl. P.Diponegoro, dimana sejak sebulan tidak ada stok termasuk sanitizer dan antiseptik botol habis.
Selain itu, di apotik Kimia Farma Jl. Ponegoro juga mengalami kondisi serupa. Bahkan sejak dua bulan lalu pasokan masker sudah habis termasuk Hand Sanitizer. Pihaknya sudah melakukan pemesanan ke distributor namun pasokan distributor juga kosong. Masih di Jalan Diponegoro, terutama apotik Merdeka juga mengalami hal sama sudah sejak dua bulan stok masker habis begitu juga hand sanitizer juga habis. Kondisi kekosongan stok masker dan hand Sanitizer juga dialami Apotik Agung, Jl.P. Diponegoro.
Sengkan kondisi stok Masker di ritel modern seperti di Indomaret, Jl. G.M Situt, Singkawang Barat juga habis. Termasuk stok gula dan minyak gorang. Sedangkan di Alfamart Jl. G.M Situt, Singkawang Barat ternyata sudah sebulan tidak memilik stok masker dan antiseptik, begitu juga gula tidak ada stok dimana kondisinya sudah sebulan.
Sementara di Hypermart, Singkawang Grand Mall Jl. Alianyang untuk stok gula dan ada 5 karung (1 karung 25 bungkus), saat ini sisa 40 bungkus saat tim monitoring datang. Sedangkan pasokan gula sudah adatang namun habis, itu pun hanya lima karung. Sementara untuk pasokan masker ada 2 kotak dimana 1 kotak isi 50 buah.
Salah satu pengelola Apotek Elang Mas, Apik (35) mengatakan ketersediaan stok masker di tempatnya telah lama kosong sejak Februari lalu sudah tidak ada lagi stok masker. “Sudah hampir satu bulan lah kalau sampai sekarang,” katanya.
Satu kotak masker isi 50 buah mereka jual seharga Rp 55.000 dan tidak menjual secara eceran. Sementara pembersih tangan baru kali ini dijual, sebelum-sebelumnya mereka tidak pernah menjual karena tidak ada yang mencari. Selain itu pembelian juga dibatasi dari agen penjualan. Saat ini masih ada sekitar 10 botol pembersih tangan yang tersedia seharga Rp 90.000.
Hal senada disampaikan Pemilik Toko Obat 333, Bong Wui Khong mengatakan ketersedian stok masker telah kosong sejak Februari sebelum heboh soal virus Corona. Saat itu pihaknya menjual Rp 35.000 untuk satu kotaknya. Sedangkan alat kebersihan lainnya seperti anti septik juga kosong sejak dua minggu yang lalu. Ia belum bisa memastikan kapan stok masker akan ada lagi karena tergantung dari persediaan pabrik di Jakarta.
Ia menilai penyebaran virus Corona hanya isu dan belum ada di Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan suhu yang panas di Kalbar kemungkinan membuat virus tidak bisa berkembang. Namun masyarakat harus tetap waspada dan jangan lengah karena virus ini cepat berkembangnya. Ia juga menyarankan warga segera memeriksakan diri ke petugas medis jika mengalami sakit. “Kalau ada gejala demam flu batuk cepat periksa, pastikan negatif, jangan timbulkan isu, sebelum terlambat,” sarannya.
Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan turunya pihaknya dengan instansi terkait guna memantau jketersediaan stok Masker, Hand Sanitizer di apotik dan ketersediaan stok gula di ritel modern pasca penyebaran virus corona. Turunya tim ini sekaligus merespon keluhan terkait dari masyarakat terkait ketersediaan barang tersebut yang dinilai langka. “Hari ini kita ambil sikap dengan melakukan pengecekan sebagai bentuk tindakan yang kita lakukan terhadap keluhan masyarakat tersebut,” ungkapnya.
Pihaknya pun memberikan edukasi yang kepada para penjual masker dan gula pasir agar tidak melakukan penimbunan dan juga khusus gula pasir agar harga jualnya tidak melebihi HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp. 12.500 / kg. “Masyarakat tidak saya rasa tidak perlu panik. Tentunya pemerintah tetap berupaya mencegah terkait masalah Corona ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit Tipidter Polres Singkawang, Iptu Dwi Hariyanto pengecekan gabungan ini ke lapangan terkait dengan ketersediaan masker, alat kebersihan, sembako dan tingkat pembelanjaan dari konsumen
Ia mengimbau kepada warga tidak perlu khawatir terhadap isu penyebaran virus corona. Semua kembali pada diri sendiri untuk menjaga kebersihan dan kondisi kesehatan masing-masing. “Mari kita tetap bersemangat menjaga kesehatan dan tetap selalu saling memberikan perhatian antar sesama kita yang ada di Kota Singkawang ini, maupun di luar sana,” katanya. (har) Editor : Super_Admin