Lulusan Terbaik APDN, Jabat Camat Sampai Sekda
SINGKAWANG - Sumastro, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang mulai pekan depan akan mulai mengemban jabatan sebagai penjabat orang nomor satu di pemerintahan kota ini. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang memutuskan bahwa Sumastro diangkat menjadi Pj Wali Kota Singkawang. Ia sendiri memang satu dari beberapa calon yang diusulkan DPRD Kota Singkawang untuk mengisi kekosongan kepala daerah pasca-periode jabatan Tjhai Chui Mie-Irwan berakhir pada Sabtu (17/12) besok.
Pria 55 tahun ini menjabat Sekda Singkawang terhitung sejak 12 Desember 2018 memiliki karir birokrasi yang mumpuni. Beberapa diantaranya, yakni Lulusan Terbaik APDN Pontianak Angkatan XX Tahun 1986 dan Lulusan Terbaik ke-3 IIP Depdagri Jakarta Angkatan XXI Tahun 1990. Sumastro sudah lebih dari 20 tahun mengabdi di Kota Singkawang sebagai seorang Pegawai Negeri.
Di Kota Singkawang, Sumastro pertama kali menjabat sebagai seorang Camat di Kecamatan Singkawang Utara, selama tahun 2002 - 2007. Ia kemudian melangkah maju dan berhasil menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Singkawang pada tahun 2007 - 2013.
Dirinya juga sempat menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang pada tahun 2013 - 2017 dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Singkawang pada 2017 - 2018. Karirnya kemudian berlanjut dan menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang pada tahun 2018, hingga sekarang. Untuk diketahui, Sumastro merupakan lulusan S1 IIP Depdagri Jakarta (Perencanaan Pembangunan) dan S2 Institut Pertanian Bogor (Ilmu Penyuluhan Pembangunan).
Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang, Muhammadin berpesan agar Sumastro dapat fokus pada penyelesaian program peningkatan ekonomi dan program yang menjadi skala prioritas. "Tentu harapan kita semua bisa meningkatkan prestasi yang telah dicapai oleh Wali Kota Tjhai Chui Mie," kata Muhammadin.
Paling tidak, lanjutnya, Sumastro harus bisa mempertahankan harmonisasi, toleransi, aman, dan damai di Kota Singkawang yang selama ini terjaga dengan baik. Karena Sumastro merupakan seorang birokrat, Muhammadin berharap Sumastro tetap mampu meningkatkan kinerja birokrasi di Pemerintahan Kota Singkawang. "Karna beliau kan orang birokrat murni dan mampu berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat," katanya.
Berbekal terwujudnya harapan tersebut, Muhammadin dan partai lainnya yang tergabung dalam partai Fraksi Karya Solidaritas Amanat Pembangunan (KSAP) mengusulkan nama Sumastro untuk menjadi Pj Wali Kota Singkawang ke Ketua DPRD Kota Singkawang agar disampikan ke Kemendagri. Sosok Sumastro, Muhammadih katakan, telah cukup lama dia kenal. Bahkan sejak pertama Sumastro pindah di kota Singkawang dan menjadi Camat 17, sebelum pemekaran. Sudah tentu, katanya, Sumastro lebih tahu tentang karekter masyarakat Kota Singkawang. "Karena Pj ini Satu tahun masanya, apabila tidak sesuai harapan maka akan ada evaluasi dari Kemendagri yang diajukan melalui mekanisme," pungkasnya.
Sementara itu Sekda Kalbar Harisson, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar membenarkan pihaknya telah menerima SK pengangkatan Sumastro sebagai Pj Wali Kota Singkawang. Nama terakhir ini akan dilantik pada Senin (18/12). "Benar Pak Sumastro yang ditetapkan menjadi Pj Wali Kota Singkawang," ungkapnya Rabu (14/12). Dengan dilantiknya Sumastro sebagai Pj Wali Kota, maka otomatis jabatan Sekda Kota Singkawang akan mengalami kekosongan. Untuk itu bakal ditunjuk pula Pj Sekda Kota Singkawang untuk sementara. “Jadi nanti akan ditunjuk Pj Sekda (menggantikan Sumastro),” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan harapannya atas Pj Wali Kota Singkawang, terutama dalam pengendalian Inflasi. Singkawang merupakan salah satu daerah yang masuk dalam perhitungan inflasi di Kalbar. Sehingga harus menjadi pertimbangan bahwa Pj kepala daerahnya harus mampu mengendalikan inflasi. "Karena sekarang yang paling menjadi perhatian yakni inflasi. Bahkan setiap Senin, Mendagri memimpin rapat inflasi, lalu setiap dua bulan dipimpin Presiden. Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang menjadi (daerah) perhitungan inflasi (di Kalbar). Kalau dia (Pj) tahu tata kelola pemerintahan (yang baik), yang lain pasti bisa (diurus)," pungkasnya. (har) Editor : Misbahul Munir S