“Trendnya cenderung menurun untuk kasus baru pada 2021 sebanyak 31 kasus, namun kita belum tahu karena masih menunggu data November dan Desember 2022,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Mursalin.
Mursalin berharap tidak ada kenaikan kasus HIV AIDS di Kota Singkawang, namun pihaknya masih melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan diantaranya konseling dan testing terhadap orang-orang berisiko.
“Konseling dan testing dilakukan terhadap orang- orang berisiko dan bisa datang sukarela datang ke pelayanan untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Pihaknya tidak hanya menunggu pasien datang untuk melakukan pemeriksaan, tapi juga petugas melakukan jemput bola yang lebih dikenal dengan KTIP (konseling, testing atas inisiasi petugas). Ada sejumlah populasi yang berisiko terkena HIV AIDS, kata Mursalin, diantaranya waria, Wanita Tuna Susila (WTS), laki-laki berhubungan dengan laki-laki, pengguna jarum suntik, IMS (inspeksi menular seksual). Sedangkan kelompok rentan tertular diantaranya jelas Mursalin, seperti ibu hamil.
“Kami melakukan upaya penanggulangan HIV di Singkawang mengacu kepada pedoman Kemenkes,” katanya. (har) Editor : Misbahul Munir S