Sumastro menilai kemeriahan acara yang dihadirkan menandakan bahwa Gawai Dayak Naik Dango tahun ini lebih hebat dari tahun lalu. "Saya ingin sampaikan rasa suka cita saya kepada seluruh masyarakat yang terkasih khususnya untuk masyarakat dayak singkawang. Serta apresiasi yang tinggi kepada pengurus DAD, panitia pelaksana dan donatur serta seluruh pihak yang terlibat dalam kemeriahan ini. Sesuai prediksi saya, tahun ini berjalan lebih hebat dari tahun lalu," tuturnya.
Sumastro mengatakan, Kota Singkawang harus mampu menunjukkan perbaikan dan peningkatan setiap tahunnya dalam mengemas event-event kedaerahan maupun event nasional sehingga dapat disuguhkan dengan lebih baik. Ia juga mengucapkan terima kasih karena di sisi lain kegiatan ini juga mampu menghidupkan UMKM. Ia berharap pada gelaran selanjutnya dapat terselenggara lebih meriah dan menarik serta semakin mendapat perhatian masyarakat luar untuk datang berkunjung ke Singkawang.
"Terima kasih juga saya ucapkan karena acara ini juga mampu menghidupkan UMKM, semoga ditahun yang akan datang, event ini dapat dihadirkan kembali dengan lebih menarik. Sampai jumpa di Gawai Dayak Naik Dango tahun 2024," tutupnya
Rangkaian acara Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang sukses digelar dengan beraneka macam lomba dan hiburan tradisional khas Dayak antara lain Lomba Menyumpit, Lomba Menyanyi Lagu Dayak, Lomba Tarian Kreasi, Lomba Masakan Tradisional, Lomba Lukis Perisai dan Pangkak Gasing, dan masih banyak hiburan lainnya.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang Stepanus di Rumah Adat Dayak, Stepanus mengatakan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang memiliki makna filosofis sarat dengan nuansa religius yang dapat dijadikan momentum untuk selalu bersyukur kepada tuhan yang maha Esa. Ia juga menjelaskan gelaran ini tidak hanya berfokus pada seremonial, namun juga sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai pelestarian, pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan daerah.
"Perayaan Gawai Dayak Naik Dango sarat dengan nuansa religius sebagai wujud syukur kepada tuhan sang pencipta, dan tidak hanya semata berfokus seremonial namun juga sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai pelestarian, pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan daerah," jelasnya.
Stepanus menambahkan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan hingga penutupan telah berlangsung sangat tertib dan aman, ini menjadi bukti bahwa Singkawang layak dan pantas disebut sebagai Kota tertoleran di Indonesia. "Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras hingga sampai acara penutupan berlangsung tertib dan aman. Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan," tutupnya. (har) Editor : Misbahul Munir S