SINGKAWANG—Universitas Terbuka (UT) Pontianak melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Kota Singkawang yang berlangsung di kantor Salut Singkawang Jalang Gunung Bawang No.34 B Kota Singkawang, Kamis (13/6).
PKS bertujuan meningkatkan mutu layanan kepada mahasiswa UT yang tergabung dalam Salut dalam proses administrasi dan perkuliahan yang digelar di Salut.
Perjanjian kerjasama ini diteken langsung oleh Direktur UT Pontianak Yudi Efendi dan Rusdi sebagai Kepala Salut Mandiri Kota Singkawang. Penandatangan ini juga disaksikan civitas UT maupun mahasiswa UT.
Direktur UT Pontianak Yudi Efendi mengatakan dengan adanya Salut ini mahasiswa akan terlayani lebih baik. Mahasiswa akan belajar terpusat di satu tempat dengan dukungan berbagai fasilitas.
Fasilitas Salut merupakan standar yang telah ditetapkan UT Pusat. Seperti tempat kuliah, wifi 100 Mbs, ruangan ber-AC, ruangan dengan kursi memadai, minuman dan fasilitas lain-lainya.
Bahkan dengan adanya Salut, maka mahasiswa bisa diajarkan registrasi, ruang konsultasi dan lainya tanpa harus lagi berurusan di UT Pontianak.
“Mahasiswa lebih terlayani sehingga dengan nyaman melakukan perkuliahan dan menambah pengetahuan dengan adanya Salut ini. Karena Salut ini mendapat piagam, izin operasional resmi dari pemerintah melalui SK UT Pusat,” ungkapnya.
Di Kalimantan Barat, setidaknya sudah ada empat Salut yang berdiri, yakni Salut Tumpang Titi Kabupaten Ketapang, Salut Sambas di Kabupaten Sambas, Salut Mekar di Kabupaten Sintang, Salut Mandiri di Kota Singkawang.
“Salut yang ada ini sudah melakukan tahapan mulai usulan proposal, diverifikasi, ditentukan oleh Wakil Rektor dan di Sk-kan oleh Rektor UT Pusat, jadi sudah jaminan legalitas dan kualitasnya,” ungkap Yudi.
Sehingga masyarakat yang ingin anaknya kuliah di UT tidak perlu ragu karena UT sendiri adalah universitas negeri dan ada di seluruh Indonesia dan dunia.
“Ingat UT itu universitas negeri, diakui pemerintah, mengakomodai masyarakat yang ingin kuliah dengan keterbatasan dana, UT itu flesibel, yang sudah kerja bisa kuliah, biayanya terjangkau dengan fasilitas yang sudah terstandar sebagaimana ketentuan UT Pusat,” jelasnya.
Disaat warga heboh dengan UKT tinggi, UT sendiri masih terjangkau, bahkan jika target mahasiswa UT sampai 1 juta orang tahun 2025, maka UKT-nya bisa turun.
Sementara itu, Rusdi sebagai Kepala Salut Mandiri Kota Singkawang mengucapkan terima kasih kepada Rektor UT, Direktur UT Pontianak beserta jajaran yang telah meresmikan Salut Mandiri Kota Singkawang.
Dengan ini, Salut Mandiri Kota Singkawang ini sudah bisa beroperasi secara mandiri sehingga meningkatkan layanan kepada mahasiswa UT.
“Mahasiswa UT di Salut Mandiri ini nantinya akan mendapatkan perkualiahan terpusat, diajarkan registarasi, pembelajaran, hingga konsultasi perkuliahan,” ujarnya.
Saat ini, Salut Mandiri Kota Singkawang memiliki sekitar 525 mahasiswa aktif dan sebelumnya hamper 80 persen alumninya telah bekerja di pemerintahan. “Sebagaian besar 80 persen di pemerintah baik guru maupun pegawai instansi lainya, sedangkan sisanya ada di perusahaan swasta,” ungkapnya.
Dengan adanya keberadaan Salut Mandiri Kota Singkawang ini maka mahasiswa UT sudah memiliki tempat bernaung resmi diakui pemerintah.
Salut juga upaya untuk menertibkan mahasiswa mahasiswa UT yang tidak jelas legalitasnya akibat ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab. (har)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro