SINGKAWANG — Setelah Rembuk Stunting bulan September lalu, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang kembali menggelar Rapat Koordinasi Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting di Ballroom Hotel Mahkota, baru-baru ini.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Achmad Hardin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka koordinasi pelaksanaan delapan aksi konvergensi terhadap sepuluh kelurahan yang menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi di Kota Singkawang tahun 2024.
Hardin menambahkan bahwa penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Intervensi gizi spesifik berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif berkaitan dengan penyediaan air bersih dan sanitasi,” jelasnya.
“Di tingkat kelurahan, kita selalu mengupayakan pemberian makanan tambahan melalui posyandu, bahkan mengadakan sweeping ke rumah-rumah. Ini adalah komitmen kita semua untuk mencegah stunting,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Yulianus Anus, meminta kepada seluruh pemangku kepentingan, dari jenjang kelurahan hingga kota, untuk terus bekerja dalam pengentasan kasus stunting di Kota Singkawang.
“Jangan pernah berhenti bekerja dengan tulus dalam urusan stunting. Selalu kuatkan sinergitas agar penurunan stunting di Kota Singkawang dan target Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu, Narasumber KPM Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Barat, Aida Mokhtar, menjelaskan bahwa sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting, telah ditetapkan lima pilar pencegahan stunting.
Pilar-pilar tersebut meliputi komitmen dan visi misi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi intervensi spesifik dan sensitif, ketahanan pangan dan gizi, serta penguatan sistem pemantauan dan evaluasi.
“Jika strategi nasional ini dilaksanakan dengan baik, tujuan utamanya adalah menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi serta akses air minum dan sanitasi, memperbaiki pola asuh, dan meningkatkan akses serta mutu pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Aida berharap, melalui rakor ini, seluruh stakeholder di Kota Singkawang dapat saling bekerja sama dan berkomitmen sehingga penerapan lima pilar ini dapat mewujudkan target pemerintah Kota Singkawang dalam penanggulangan stunting hingga mencapai angka di bawah 14% tahun ini. (har)
Editor : A'an