SINGKAWANG - Dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Kampung Zakat, Kementerian Agama Kota Singkawang mengadakan rapat koordinasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Utara, baru-baru ini. Pertemuan ini dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Bulyamin Hadimin, dan dihadiri oleh Ketua Pengurus Kampung Zakat, Dinna Rahmi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, Ibu Zuherda, Penyuluh Pertanian, Dwi Januarti, serta Ketua UMKM, Rini.
Rapat ini membahas strategi penguatan Kampung Zakat sebagai bagian dari dukungan terhadap tujuan pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memberdayakan warga agar bisa bertransformasi dari mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat), sehingga manfaat zakat semakin terasa,” ujar Bulyamin.
Upaya ini melibatkan banyak pihak yang memahami kondisi masyarakat di lapangan, sehingga program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama dalam penguatan ini adalah pengumpulan data mengenai penduduk, kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, peternak, pedagang kecil, serta kondisi kesehatan masyarakat seperti pencegahan stunting dan sanitasi. Rapat juga menekankan pentingnya pembinaan perilaku hidup bersih serta peningkatan pengajaran keagamaan.
Di sisi lain, para peserta rapat menyepakati inovasi yang akan segera diluncurkan, yaitu pembukaan outlet khusus Kampung Zakat. Outlet ini akan menampung produk kerajinan, makanan, dan hasil usaha lainnya yang diproduksi oleh warga setempat. Dengan pengemasan yang menarik dan label Kampung Zakat, outlet ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk warga ke masyarakat luas.
Ketua Pengurus Kampung Zakat, Dinna Rahmi, menjelaskan bahwa outlet ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal, seperti petani, pekebun, peternak, dan pengrajin, untuk memasarkan produk mereka.
“Dengan adanya outlet ini, produk warga bisa terjual lebih luas dan dapat menambah penghasilan mereka. Hal ini selaras dengan visi Kampung Zakat untuk mendorong warga agar tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga pemberi zakat, yang akan meningkatkan ekonomi serta kemandirian masyarakat,” kata Dinna. (har)
Editor : Miftahul Khair