SINGKAWANG – Curah hujan yang sangat tinggi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sebagian wilayah Kota Singkawang terendam banjir pada Kamis (12/12). Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah kota ini membuat sejumlah titik di kawasan permukiman warga tergenang air dalam jumlah yang signifikan, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak banjir. Banjir menggenangi beberapa daerah di Kota Singkawang, terutama di kawasan Setapuk Besar, Sekip Lama, serta Kelurahan Roban. Banyak rumah warga yang terendam air, sementara beberapa ruas jalan utama juga tak luput dari dampak banjir ini.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, Nana Priyana, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan yang terdampak banjir.
Ia menambahkan bahwa air yang menggenangi beberapa rumah warga ini terus dipantau secara intensif, namun hingga kini, masyarakat masih memilih untuk bertahan di kediaman mereka masing-masing, dan belum ada warga yang dievakuasi.
"Saat ini, kami masih melakukan pemantauan intensif terkait ketinggian air yang terus naik di beberapa titik. Kami juga memantau kondisi rumah, jalan, dan kawasan lain yang tergenang. Sampai saat ini, kami belum perlu melakukan evakuasi karena sebagian besar warga masih bertahan di rumah mereka dan memilih untuk tidak pindah sementara," ungkap Nana.
Ia juga menginformasikan bahwa BPBD Singkawang tidak bekerja sendiri dalam menangani situasi ini. Kolaborasi yang solid antara BPBD, TNI, Polri, serta pihak kecamatan, kelurahan, hingga RT setempat terus dilakukan untuk mengoordinasikan penanganan banjir di seluruh wilayah yang terdampak. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan memberikan bantuan yang tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
“Kami berharap dengan adanya kolaborasi yang erat ini, proses penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif, dan masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka perlukan,” tambah Nana.
Lebih lanjut, Nana menjelaskan bahwa hujan lebat yang terus menerus mengguyur wilayah Singkawang menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, drainase yang ada di sejumlah kawasan tidak mampu menampung volume air yang begitu besar. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih diprediksi akan terus hujan dalam beberapa hari ke depan.
"Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir kali ini. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan memperhatikan peringatan dini yang kami sampaikan. Terutama di daerah-daerah yang rawan banjir, diharapkan agar selalu waspada," kata Nana.
Di sisi lain, Lurah Roban, Hariyanto, turut menyampaikan informasi terkait dampak banjir di wilayah kerjanya. Menurutnya, beberapa wilayah di Kelurahan Roban juga terdampak, termasuk daerah Wonosari RT.36 dan perumahan Arta yang ada di RT 7-10, serta kawasan RT 01 dan 03 di Rawasari. Meskipun demikian, Hariyanto mengungkapkan bahwa sebagian besar penduduk masih memilih untuk bertahan di kediaman mereka dan belum ada rencana untuk mengungsi.
Selain itu, Hariyanto juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar berhati-hati saat melintasi Jalan Kalimantan yang saat ini sebagian besar masih tergenang air. "Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah atau hendak melintas di jalan-jalan yang terendam banjir, kami mengimbau agar selalu berhati-hati. Jalan Kalimantan, khususnya di beberapa titik, masih tergenang air, dan kami khawatir hal ini dapat membahayakan pengendara," katanya.
Pihak kelurahan juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan dengan baik dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga yang terdampak. Semua pihak berharap agar banjir ini segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa gangguan.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Singkawang dan aparat terkait terus berupaya mengatasi dampak banjir yang masih melanda sebagian besar wilayah kota. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi yang terus dipantau oleh pihak berwenang. (har)
Editor : A'an