SINGKAWANG—Sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) atau 21 jiwa dari Kelurahan Condong dievakuasi akibat banjir, Jumat (13/12). Selain di Kelurahan Condong, puluhan Kepala Keluarga dari Kelurahan Setapuk Besar juga dievakuasi.
Evakuasi ini dibantu oleh YPKS dan Masyarakat Peduli Api (MPA 59). Kepala BPBD Singkawang, Nana Priyana, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan, lebih dari 200 rumah terdampak banjir, terutama di Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara.
“Hanya saja, yang mau dievakuasi baru sebagian, sementara lainnya masih bertahan di rumah, dan sebagian memilih mengungsi ke rumah keluarga,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada warga yang terdampak banjir, jika memang perlu dievakuasi, agar segera memberitahukan BPBD Singkawang. “Terlebih, hujan lebat masih terjadi, dan sangat mungkin banjir akan semakin dalam,” pintanya.
Lurah Setapuk Besar, Lilis Kasianti, menambahkan bahwa jumlah warga yang dievakuasi terdiri dari orang dewasa. Para korban yang dievakuasi kini sudah berada dalam kondisi aman di dua posko pengungsian tersebut. "Alhamdulillah, para korban banjir sudah aman saat ini," ujarnya.
Salah seorang korban banjir, Jaliah, berharap banjir segera surut. "Sudah tiga hari banjir masuk ke dalam rumah saya, mudah-mudahan segera surut," katanya.
Sebagai informasi, curah hujan yang sangat tinggi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sebagian wilayah Kota Singkawang terendam banjir.
Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah kota ini membuat sejumlah titik di kawasan permukiman warga tergenang air dalam jumlah yang signifikan, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak banjir.
Banjir menggenangi beberapa daerah di Kota Singkawang, terutama di kawasan Setapuk Besar, Sekip Lama, serta Kelurahan Roban. Banyak rumah warga yang terendam air, sementara beberapa ruas jalan utama juga tak luput dari dampak banjir ini. (har)
Editor : Miftahul Khair