Pihaknya, kata Lilis telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk penyediaan tempat evakuasi korban banjir. “Meski demikian, belum ada satupun warga yang mengungsi. Mereka masih bertahan dan berharap banjir segera surut,” ujarnya. Menurutnya, banjir kali ini lebih dalam dari sebelumnya. Karena yang sebelumnya ada rumah warga yang tidak kebanjiran, tapi kali ini kebanjiran.
Lilis mengimbau kepada seluruh RT yang ada di wilayah Setapuk Besar, jika ada warga yang mau di evakuasi agar warga yang bersangkutan di data terlebih dahulu. Supaya bisa dicarikan solusi untuk dievakuasi. “Saya juga mengimbau kepada orangtua agar selalu memantau anak-anaknya yang sedang bermain air. Mengingat ketinggian air sungai saat ini sudah rata dengan jalan,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPBD Singkawang, Nana Priyana setidak ada 7 jiwa terpaksa mengungsi akibat debit air yang meningkat. BPBD sudah melakukan koordinasi dengan camat dan lurah setempat untuk terus memantau kondisi banjir tersebut. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan tindakan penanggulangan. Pihaknya berharap masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca saat ini yang sangat berpotensi pada tinggi debit air hingga masuk ke rumah warga.
Banjir juga merendam rumah warga di Jalan Pramuka Kelurahan Sekip Lama, Jalan Suhada dan Lembah Murai Kelurahan Condong, Jalan Mahad Usman - Kelurahan Semelagi Kecil. "Hasil pantauan sementara sekitar 20 rumah warga khususnya di RT 08 yang terendam banjir di Kecamatan Singkawang Utara," kata Lurah Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Lilis Kasianti.
Banjir yang kembali melanda rumah warga di Singkawang disebabkan hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang dalam dua hari kemarin. "Ketinggian banjir di dalam rumah warga ada sekitar 20 hingga 50 centimeter," katanya. Meski demikian belum ada satupun warga yang mengungsi. "Mereka masih bertahan dan berharap banjir segera surut," ujarnya.
Dia sudah mengimbau kepada seluruh RT yang ada di wilayah Setapuk Besar, jika ada warga yang mau dievakuasi agar di data terlebih dahulu. Supaya bisa dicarikan solusinya. "Saya juga masih melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk penyediaan tempat evakuasi korban banjir," ujarnya.
Menurutnya, banjir kali ini lebih dalam dari sebelumnya. Karena yang sebelumnya ada rumah warga yang tidak kebanjiran, tapi kali ini kebanjiran. Mirisnya, kata dia, pada Kamis (21/1) sebenarnya ada warga yang mau mengadakan acara pernikahan di rumah. Tetapi, dikarenakan banjir, maka acara tersebut terpaksa di pindah ke Mushala. Selain rencana evakuasi, dia juga mengimbau kepada orangtua agar selalu memantau anak-anaknya yang sedang bermain air. Mengingat ketinggian air sungai saat ini sudah rata dengan jalan. "Saya juga mengingatkan untuk aliran listrik seperti kabel agar diamankan supaya terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan," ujarnya. (har/ant)
Editor : A'an