PONTIANAK POST — Sebanyak 746 tatung melakukan atraksi pada perhelatan Festival Cap Go Meh Singkawang, Rabu (12/2). Ratusan tatung yang tampil terdiri dari miniatur kelenteng sebanyak 82 peserta, tatung dengan tandu sebanyak 580 peserta, tatung tanpa tandu sebanyak 66 peserta, jelangkung sebanyak 11 peserta, jelangkung dengan tandu sebanyak 1 peserta, serta barongsai, naga, dan kuda lumping masing-masing 1 kelompok.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, hadir dalam Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, dan membuka langsung event tersebut. Gibran tampak serius menyaksikan jalannya pawai tatung dan sesekali melambaikan tangan ke arah peserta yang lewat. Selain Wapres, event nasional ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Dalam Negeri, perwakilan Kedutaan Besar Maroko, Utusan Presiden RI Bidang Pariwisata, serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kota Singkawang.
Festival Cap Go Meh Singkawang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Bima Arya Sugiarto, dengan pemukulan loku bersama Wapres dan pejabat tinggi lainnya. Bima Arya mengatakan bahwa event budaya ini dapat menjadi alat pemersatu bangsa, di mana berbagai suku hadir baik sebagai peserta maupun penonton.
Menurutnya, Festival Cap Go Meh juga membawa berkah bagi masyarakat Kota Singkawang di berbagai sektor, seperti UMKM, perparkiran, dan sektor lainnya. "Kota Singkawang merupakan kota dengan toleransi sejati. Keberadaan kelenteng, Masjid Raya, dan gereja yang berdekatan menjadi saksi nyata kerukunan antarumat beragama di kota ini. Terima kasih kepada Kota Singkawang yang telah menjadi etalase negeri dan inspirasi yang abadi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Mimihetty Layani, mengatakan bahwa Festival Cap Go Meh 2025, yang juga dikenal sebagai Pawai Tatung, mengangkat tema "Budaya Mempersatu Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045". Ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Presiden RI yang berkenan hadir di Kota Singkawang dalam rangka Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan festival ini mencakup Ritual Buka Mata Naga, Ritual Tolak Bala, Ritual Ket Sam Thoi, Atraksi Tatung, Lomba Mobil Hias, Pawai Lampion, serta Karnaval Cap Go Meh. "Festival Cap Go Meh di Singkawang juga dimeriahkan dengan acara lelang dan festival kuliner yang menghadirkan berbagai makanan khas lokal, serta melibatkan banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ujarnya.
Lokasi acara Perayaan Imlek 2576 dan Festival Cap Go Meh 2025 di Kota Singkawang dipusatkan di beberapa titik, antara lain Stadion Kridasana, Jalan Firdaus (depan Kantor Wali Kota Singkawang), Vihara Tri Dharma Bumi Raya, dan area Tugu Naga Singkawang. Sementara itu, peserta kegiatan dalam perayaan ini berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, yayasan sosial dan keagamaan, paguyuban etnis, sanggar seni, instansi pendidikan, organisasi masyarakat, serta komunitas lainnya.
"Perayaan Imlek 2576 dan Festival Cap Go Meh Singkawang bukan sekadar ekspresi kebudayaan semata, tetapi juga menghadirkan keindahan dan keberagaman yang memperkuat pondasi kebangsaan," ungkapnya. (har)
Editor : A'an