PONTIANAK POST – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis, bersama Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI), mengikuti kegiatan Evaluasi Zona Integritas dan Launching Buku Bank Soal ZI yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, baru-baru ini. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti dari Operation Room Kantor Kemenag Singkawang.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia, serta 130 satuan kerja/unit peserta penilaian Zona Integritas, baik oleh Tim Penilai Nasional (TPN) maupun Tim Penilai Internal (TPI).
Termasuk di dalamnya satuan kerja yang telah meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan kini tengah bersiap menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).
Acara dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Faisal Ali Hasyim. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat membangun Zona Integritas bukan sekadar untuk meraih predikat, tetapi merupakan komitmen nyata dalam menciptakan birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.
“Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan dan konsistensi kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan buku inspiratif berjudul Siap Menghadapi TPN: Bank Soal untuk Zona Integritas. Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi satuan kerja yang akan menjalani penilaian ZI. Di dalamnya terdapat contoh pertanyaan, skenario penilaian, serta strategi menjawab berbagai tantangan audit integritas secara sistematis dan terarah.
Kantor Kemenag Kota Singkawang sendiri telah meraih predikat WBK sejak tahun 2019 dan terus menunjukkan komitmen kuat untuk naik kelas menuju predikat WBBM. Muhlis menilai bahwa kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat kesiapan tim dalam menghadapi tahap penilaian berikutnya.
“Kami terus berbenah dan berinovasi dalam rangka membangun budaya kerja yang bersih, akuntabel, dan profesional. Menuju WBBM bukan sekadar target, tetapi bagian dari tanggung jawab kami untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. (har)
Editor : Miftahul Khair