Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tenun Tidayu Singkawang Tembus Pasar Eropa dan Jepang

Hari Kurniathama • Jumat, 16 Mei 2025 | 11:32 WIB
EKSPOR: Nurhayadi, warga Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan saat membuat kain tenun. Produksi mereka kini menembus pasar ekspor.
EKSPOR: Nurhayadi, warga Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan saat membuat kain tenun. Produksi mereka kini menembus pasar ekspor.

PONTIANAK POST – Tenun songket dan tenun tual bermotif etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa (Tidayu) karya Nurhayadi, warga Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, kini telah menembus pasar Eropa dan Jepang. Wanita yang akrab disapa Bu Adi ini memasarkan produknya dalam bentuk set kain tapih, selendang, syal, dan tanjak. Beragam motif seperti bunga anggrek dan sisik naga dibuat menggunakan mesin tenun tradisional.

“Yang membedakan tenun kami dengan tenun dari daerah lain adalah motif dan bahannya. Kami menggunakan benang katun, sedangkan yang lain biasanya pakai benang emas,” ujar Nurhayadi, Kamis (15/5). Ia mengungkapkan bahwa produknya kini telah dipasarkan hingga ke Jerman dan Jepang. “Motif yang paling laris dan sudah menembus pasar mancanegara itu motif anggrek,” ungkapnya.

Namun, Nurhayadi mengakui masih menghadapi kendala dalam produksi, terutama terkait bahan baku. Hal ini menyebabkan proses pengerjaan satu kain bisa memakan waktu hingga dua bulan sejak pemesanan. “Di sini tidak ada produk yang siap jadi. Kami baru mulai bekerja jika ada pesanan. Satu kain bisa memakan waktu dua bulan karena benangnya harus kami pesan dulu dari Bali atau Bandung,” jelasnya.

Selain bahan baku, keterbatasan tenaga kerja dan tempat usaha juga menjadi tantangan tersendiri. “Saat ini saya hanya dibantu dua karyawan. Kadang, demi mempercepat produksi, pekerjaan tenun terpaksa dikerjakan di rumah masing-masing karyawan,” ujarnya.

Sementara itu, Kristiana Yuniarti selaku Lurah Sijangkung, berharap Pemkot Singkawang dapat membantu mempromosikan tenun hasil karya warganya. Selain promosi melalui media sosial, ia berharap kain tenun buatan Nurhayadi dapat dikenakan dalam acara-acara resmi pemerintahan. “Semoga Pemkot bisa membantu mempromosikan produk Bu Adi ini. Minimal, dalam acara-acara resmi Pemkot Singkawang bisa menggunakan kain atau syal hasil karya penenun dari Sijangkung ini,” harapnya. (har)

Editor : Hanif
#tidayu #etnis melayu #tionghoa #pasar eropa #jepang #tenun #singkawang #dayak