PONTIANAK POST - Halaman Masjid Agung Singkawang menjadi saksi semangat luar biasa dari 470 santri Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Singkawang dalam mengikuti Simulasi Manasik Haji, baru-baru ini. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana pembelajaran penuh makna tentang rukun Islam kelima, sekaligus media penanaman karakter sejak usia dini.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hj. Rohmawati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa manasik haji bukan hanya perkenalan terhadap ibadah haji, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan spiritual. “Ini bukan sekadar pembelajaran ritual, tetapi juga pendidikan nilai: disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan spiritualitas dalam bingkai ibadah sejak dini,” ujar Hj. Rohmawati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kota Singkawang, para guru, seluruh lembaga RA, serta para orang tua santri yang telah berperan aktif mendukung kelancaran kegiatan ini. Simulasi manasik berlangsung penuh antusiasme. Para santri, yang mengenakan pakaian ihram kecil, tampak tertib mengikuti setiap tahapan, mulai dari thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melontar jumrah. Kegiatan ini dipandu oleh H. Jahri, Penyuluh Agama Islam KUA Singkawang Timur, serta didampingi oleh Hidayatussibyan dari KUA Singkawang Barat.
Selain mengenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap agama Islam sejak usia dini, serta mengajarkan nilai-nilai kerja sama, kedisiplinan waktu, kebersihan, dan kesucian dalam beribadah. Ia berharap, pengalaman ini akan membekas dalam ingatan para santri dan menjadi fondasi karakter islami yang kuat, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap dasar-dasar keislaman secara menyenangkan dan aplikatif. (har)
Editor : Hanif