PONTIANAK POST — Pekan Kebudayaan Melayu Singkawang (PKMS) yang berlangsung sejak 26 Juni hingga 3 Juli 2025 resmi ditutup oleh Ketua DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Asmadi, di Rumah Adat Melayu Singkawang, Jumat (4/7). Asmadi menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh panitia sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Lanjut dia, meski diakui masih terdapat sejumlah kekurangan karena baru pertama kali digelar, namun pihaknya optimistis PKMS ke depan akan semakin matang dan meriah. "InsyaAllah ke depan akan kami laksanakan lebih baik lagi. Apalagi event ini telah kami tetapkan sebagai agenda tahunan," ujar Asmadi.
Ia berharap PKMS dapat sejajar dengan event budaya besar lainnya seperti Cap Go Meh dan Gawe Naik Dango, serta menjadi ajang promosi wisata dan pelestarian budaya Melayu yang efektif di Kota Singkawang.
Sebagai bagian dari upaya menggali tradisi, DPD MABM juga menyertakan pelajar dalam berbagai lomba budaya Melayu. Selain menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal, lomba ini juga menjadi ajang seleksi menuju Festival Melayu tingkat Provinsi Kalbar yang diselenggarakan DPP MABM.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah Pawai 1 Muharram yang dirangkaikan dengan lomba belarak pengantin. Kegiatan tersebut sukses menarik penonton karena keunikan adat pengantin Melayu yang ditampilkan secara kompetitif. "Masyarakat penasaran dengan bentuk lomba belarak pengantin ini, sehingga ramai yang hadir menyaksikan," ujar Asmadi.
Selain itu, kegiatan Singkawang Belenggang yang diikuti oleh 1.000 peserta tari juga menjadi sorotan. Untuk tahun depan, panitia merencanakan penambahan cabang lomba, di antaranya lomba aluk galing sambil ngamping dan pangka’ gasing. Wakil Ketua DPD MABM Singkawang, Zikriadi, memberikan apresiasi terhadap kinerja Ketua DPD MABM Singkawang.
Ia menilai selama kepemimpinan Asmadi, citra budaya Melayu semakin hidup dan dikenal luas. “Semenjak dipimpin Pak Asmadi, citra budaya Melayu semakin baik. Kolaborasi antarumat beragama di Singkawang juga terasa semakin sejajar, khususnya dalam masa kepemimpinan Ibu Wali Kota Tjhai Chui Mie,” ungkap Zikriadi. (har)
Editor : Miftahul Khair