PONTIANAK POST — Pemerintah Kota Singkawang menggelar acara ramah tamah bersama para peserta Pelatihan Pembentukan Karakter dan Disiplin Pelajar serta Remaja di Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (5/7). Acara ini menjadi penutup hangat dari pelatihan intensif yang telah berlangsung sejak 23 Juni hingga 4 Juli 2025 di Rindam XII/Tanjungpura.
Wali Kota Tjhai Chui Mie, didampingi Wakil Wali Kota Muhammadin, Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel A Mahmudi, jajaran OPD, serta para orang tua peserta, larut dalam suasana akrab bersama puluhan remaja yang mengikuti pelatihan. Dalam sambutannya, Tjhai Chui Mie mengingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia menekankan pentingnya rasa syukur dengan belajar sungguh-sungguh dan berbakti kepada orang tua.
“Tidak ada orang tua yang ingin mencelakakan anaknya. Semua ingin anaknya baik dan berhasil. Kalian harus terus belajar dan menjaga orang tua kalian dengan baik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pelatihan karakter dan disiplin ini bukan hukuman, melainkan bekal masa depan bagi para remaja agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif. “Kalau tidak segera berbenah, masa depan kalian akan sulit. Pelatihan ini adalah momentum perubahan,” tegasnya.
Salah satu peserta, Ilham, mengaku pelatihan ini memberinya kesadaran penuh untuk memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk. “Setelah pelatihan, saya sadar apa yang dulu saya lakukan benar-benar salah. Saya berjanji akan berubah dan mengajak teman-teman berhenti balap liar,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, memberikan arahan langsung kepada 50 peserta di Aula Jenderal A. Yani Rindam XII/Tanjungpura. Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa pembentukan karakter ini adalah pendekatan pembinaan, bukan efek jera. “Ini bukan tentang hukuman, ini tentang harapan. Mereka kita arahkan dan bangkitkan lagi semangatnya,” ujar Pangdam.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Singkawang yang disebutnya visioner, karena mampu menghadirkan program yang menyentuh akar persoalan remaja secara solutif. “Saya juga pernah tidak naik kelas saat sekolah. Jadi jangan pernah berkecil hati. Buktikan bahwa kalian bisa sukses,” pesannya penuh motivasi. Dengan pendekatan kemiliteran yang disesuaikan usia dan kebutuhan, pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik positif bagi remaja Singkawang untuk membangun karakter tangguh dan mental disiplin dalam menyongsong masa depan. (har)
Editor : Hanif