PONTIANAK POST - Tingginya minat generasi muda untuk bergabung dengan TNI AD tak hanya menunjukkan semangat bela negara, tetapi juga menuntut proses seleksi yang makin ketat dan transparan. Inilah yang ditegaskan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, saat memimpin Sidang Pemilihan Calon Tamtama Gelombang 2 Tahun Anggaran 2025 di Singkawang pada Selasa (15/7).
Sidang yang digelar di Lapangan Sapta Marga, Rindam XII/Tpr, Kota Singkawang ini dipimpin langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael. Sebanyak 1.964 peserta dari wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengikuti tahapan seleksi tingkat Sub Panitia Pusat (Sub Panpus).
Pada tahap ini, para peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi awal akan kembali disaring secara ketat untuk menentukan siapa saja yang memenuhi syarat menjadi prajurit TNI AD. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan dasar militer mulai 21 Juli 2025.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pangdam Jamallulael mengingatkan panitia agar bekerja secara profesional dan teliti sesuai ketentuan dan kebijakan panitia pusat. “Hindari segala bentuk pelanggaran Werving. Ini bukti bahwa masuk TNI AD itu gratis! Sehingga TNI AD tetap menjadi institusi dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi di Indonesia,” tegasnya.
Jenderal bintang dua lulusan Akmil 1991 ini juga meminta panitia untuk menyampaikan alasan ketidaklulusan peserta secara jelas, sebagai bahan evaluasi bagi mereka yang ingin mencoba lagi di seleksi mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar tim pemeriksa agar seluruh proses berjalan lancar dan tidak menimbulkan kerugian personel. “Laksanakan prosedur sesuai ketentuan dan jaga koordinasi melekat antar tim. Bila ada kendala, segera cari solusi cepat dan tepat,” pungkas Pangdam. (har)
Editor : Miftahul Khair