PONTIANAK POST — Musim kemarau yang melanda Kota Singkawang menyebabkan penurunan drastis pasokan air baku di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP). Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi air bersih yang tidak maksimal kepada pelanggan. “Suplai air baku kita menurun drastis akibat kemarau panjang,” ungkap Kabag Teknik Perumda AMGP, Karta Surya Wijaya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, hampir seluruh intake bendungan mengalami kekeringan. Bahkan, AMGP terpaksa mematikan sebagian mesin pompa demi efisiensi. “Biasanya suplai dari intake bendungan di Eria bisa mencapai 80–100 liter per detik, kini menjadi 0 liter per detik,” ujarnya. Di intake Tirtayasa, dari empat pompa yang tersedia, hanya dua yang masih berfungsi. “Air yang tersedia hanya sekitar 20–30 liter per detik,” tambah Karta.
Untuk menjaga suplai air bersih, AMGP menerapkan sistem penggiliran distribusi, khususnya untuk wilayah IPA 1 yang melayani Kecamatan Singkawang Barat dan Singkawang Tengah dengan total sekitar 9.000 sambungan rumah (SR). “Kami lakukan penggiliran agar distribusi tetap merata, terutama di wilayah yang dilayani IPA 1,” jelasnya.
Karta menambahkan, IPA Semelagi di Singkawang Utara dan IPA 3 yang melayani wilayah Singkawang Selatan dan sebagian Singkawang Barat masih berfungsi normal. Sebagai langkah strategis, AMGP memindahkan suplai dari IPA 3 ke IPA 1 dan 2, serta mengalirkan kelebihan air dari Sedau menggunakan mobil tangki. Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengusulkan sumber air alternatif dari saluran irigasi yang berpotensi menghasilkan 30–40 liter per detik. Namun, infrastruktur perpipaan sepanjang tiga kilometer masih menjadi kendala.
Sementara itu, Direktur Perumda AMGP, Suriandi, menyatakan pihaknya menyalurkan air bersih dengan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa distribusi. “Solusi jangka pendeknya, kami kirim air menggunakan tangki ke daerah terdampak,” ujarnya. Untuk jangka panjang, AMGP telah berkoordinasi dengan Wali Kota Singkawang, Dinas PUPR, Bappeda, dan DPRD.
Permohonan pun telah diajukan ke Kementerian PUPR untuk pembangunan sistem air baku baru. “Tahun ini sudah dibuat DED (Detail Engineering Design) berkapasitas 100 liter per detik dan jaringan perpipaan sepanjang 12 kilometer. Kami menunggu persetujuan dari kementerian,” jelas Suriandi.
Dalam rencana bisnisnya, AMGP juga menggandeng pelaku usaha dan investor untuk membangun intake baru guna menambah kapasitas air baku. “Sudah masuk tahap administrasi. Kami harap solusi ini bisa mengatasi krisis air baku dan meningkatkan kualitas layanan,” tegasnya.
Suriandi mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air selama kemarau berlangsung. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Mohon gunakan air sehemat mungkin saat giliran air mengalir,” imbaunya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar musim kemarau segera berakhir. “Kami terus berupaya menjaga layanan tetap berjalan di tengah tantangan ini,” tutupnya. (har)
Editor : Hanif