PONTIANAK POST – Menjelang peringatan Hari Santri 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Operation Room Kemenag, baru-baru ini. Agenda utama rakor adalah menyatukan langkah seluruh pondok pesantren dalam menyukseskan kegiatan tahunan ini. Rapat dipandu Kasi Pendidikan Islam, Hj. Rohmawati, yang memaparkan sejumlah poin penting seperti penetapan tuan rumah, format kegiatan, skema partisipasi pondok pesantren, serta rencana cadangan lokasi apabila terjadi banjir.
Kepala Kantor Kemenag, H. Muhlis, dalam arahannya menekankan bahwa Hari Santri harus dilaksanakan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanpa kompetisi antarpesantren. “Acara boleh meriah, tapi tetap sederhana. Jangan sampai ada kesan saling bersaing. Ini momen ukhuwah, bukan unjuk gengsi,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa tuan rumah tetap diamanatkan kepada PP Al-Fatah, sesuai kesepakatan tahun sebelumnya. Meski petunjuk teknis resmi masih ditunggu, seluruh peserta diminta mulai melakukan persiapan, terutama pembentukan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang memerlukan waktu latihan panjang.
Tuan rumah diberi keleluasaan dalam menentukan kostum Paskibra, namun tetap harus berkoordinasi dengan Kasi Pendis dan Ketua FKPP. Adapun elemen teknis lain seperti undangan, spanduk, dan susunan acara dapat mengacu pada pengalaman pondok pesantren yang pernah menjadi tuan rumah sebelumnya, seperti PP Nurusshibyan dan PP Ibnu Taimiyah.
Menariknya, tahun ini santri dari Rumah Tahfidz juga akan dilibatkan sebagai bagian dari perluasan partisipasi lintas lembaga keislaman. Ustaz Rivaldi dari PP Al-Fatah menyampaikan kesiapan lokasi yang diperkirakan mampu menampung 600–700 peserta. Ia menyebut akses jalan sudah ditinggikan dan berharap proses paving selesai sebelum acara. “Kami siap jadi tuan rumah dan berharap bimbingan dari Kemenag serta pondok pesantren yang berpengalaman,” ujarnya.
Rakor juga diwarnai dengan sesi dengar pendapat dari berbagai tokoh pondok pesantren, di antaranya KH Hambali (PP Ibnu Taimiyah), H. Kamal (Ketua FKPP), Puldiono (Pontren YASTI), dan Ust. Abdul Malik (Pontren Ash-Shomadiyah). Rapat ditutup dengan penegasan oleh Hj. Rohmawati yang menyatakan pihaknya akan terus mengawal koordinasi teknis bersama panitia tuan rumah hingga hari pelaksanaan. “Kolaborasi ini adalah kunci sukses Hari Santri 2025 yang bermakna dan membanggakan,” pungkasnya. (har)
Editor : Hanif