PONTIANAK POST – Kota Singkawang kembali menegaskan predikatnya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, melantik pengurus Majelis Seni Budaya (MSB) Multi Etnis Kota Singkawang periode 2025–2030 di Hotel Mahkota, Senin (11/8). Organisasi ini dipimpin Mulyadi Qamal dan menaungi 17 paguyuban suku yang hidup berdampingan di kota yang tiga tahun berturut-turut meraih predikat Kota Tertoleran.
Tjhai Chui Mie optimistis MSB Multi Etnis akan menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai luhur budaya sekaligus mempererat persaudaraan lintas etnis. “MSB Multi Etnis ini, selain merawat budaya, juga menjadi perekat seluruh etnis yang ada di Kota Singkawang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan MSB mencerminkan ekosistem kehidupan masyarakat Singkawang yang harmonis, saling menghormati, dan penuh kasih sayang, meski berbeda latar belakang budaya, agama, dan suku. Ia mendorong MSB untuk bersinergi dalam mempromosikan Singkawang sebagai destinasi wisata dan budaya nasional.
Ketua Umum MSB Multi Etnis, Mulyadi Qamal, menegaskan pihaknya akan memperluas peran organisasi, tak hanya di bidang seni dan budaya, tetapi juga kegiatan sosial seperti donor darah dan aksi kemasyarakatan lainnya. “MSB Multi Etnis mendukung penuh terwujudnya Singkawang sebagai kota kaya seni, budaya, dan toleransi,” tegasnya. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh paguyuban suku dalam menjaga keharmonisan, serta mengukuhkan Singkawang sebagai teladan toleransi di Indonesia. (har)
Editor : Hanif