Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Singkawang Gelar Event Moderasi Beragama, Jaga Predikat Kota Toleran

Hari Kurniathama • Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:54 WIB
IMPLEMENTASI: Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Agro Edu Wisata Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur pada Selasa (26/8).
IMPLEMENTASI: Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Agro Edu Wisata Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur pada Selasa (26/8).

PONTIANAK POST – Meski tiga kali berturut-turut dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia (2021–2023) dan peringkat kedua pada 2024, Singkawang tidak berpuas diri. Semangat menjaga kerukunan kembali ditegaskan lewat Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama yang berlangsung di Agro Edu Wisata, Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, Selasa (26/8).

Dalam latar pemandangan gunung, sawah, dan pepohonan hijau, sebanyak 60 peserta, terdiri dari penyuluh agama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat hadir penuh antusias. Kegiatan ini digelar Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang dan turut dihadiri Camat Singkawang Timur, Danramil 1202/04 Singkawang Timur, Kapolsek Singkawang Timur, para Kepala KUA se-Kota Singkawang, Lurah Nyarumkop, serta Plt Ketua FKUB Kota Singkawang.

Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Muhlis, menegaskan bahwa moderasi beragama adalah salah satu program prioritas Kemenag. Menurutnya, nilai moderasi bukan sekadar slogan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Moderasi beragama wajib kita implementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Untuk membumikannya, perlu sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, predikat toleransi yang disandang Singkawang justru menjadi motivasi untuk terus merawat keragaman sebagai kekuatan kota. Para penyuluh lintas agama, katanya, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam kampanye sikap moderat. Muhlis juga mengangkat gagasan Kurikulum Berbasis Cinta, yakni menanamkan kasih sayang, rasa hormat, dan penghargaan dalam interaksi lintas iman. “Jangan sampai toleransi hanya berhenti di jargon. Ia harus nyata dalam praktik kehidupan: di sekolah, rumah ibadah, maupun ruang sosial,” tegasnya.

Lurah Nyarumkop, Mahmudi Febrianto, turut memaparkan langkah nyata kampung moderasi di wilayahnya, mulai dari pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat kelurahan, kegiatan lintas agama seperti gotong royong, kerja bakti, hingga perayaan hari besar bersama. Ia juga menekankan pembinaan remaja lewat karang taruna lintas agama, pemberdayaan rumah ibadah ramah lingkungan, serta tradisi halal bihalal dan Natal Bersama yang rutin digelar sejak 2018.

Keberhasilan tersebut berbuah manis: pada 2025 Kelurahan Nyarumkop meraih juara pertama lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Kalbar. Tahun sebelumnya, wilayah ini juga ditetapkan sebagai prototipe kampung moderasi beragama di Kalimantan Barat.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Singkawang, Miftahul Khair, menambahkan kegiatan ini melibatkan penyuluh lintas agama; Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha serta tokoh masyarakat Nyarumkop. Narasumber yang hadir antara lain Kepala Kemenag Kota Singkawang, Kepala KUA Singkawang Timur selaku Ketua Pokja Moderasi Beragama Kecamatan, dan Lurah Nyarumkop. (har)

Editor : Hanif
#predikat #Moderasi Beragama #kota toleran #Nyarumkop #event #Kemenag singkawang