PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang terus mendorong inovasi wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Agro-eduwisata Sawah Nyarumkop di Gang Mandiri, Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, yang dipromosikan lewat kegiatan Expo Promosi Potensi Wisata Baru, Kamis (9/10).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, bersama jajaran Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, serta perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan. Dalam sambutannya, Muhammadin mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bernilai edukatif.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, dan pemerintah kecamatan yang sudah berupaya menghadirkan destinasi wisata edukatif seperti ini,” ujar Muhammadin.
Ia menegaskan, keberadaan Agro-eduwisata Sawah Nyarumkop bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar untuk memahami praktik pertanian berkelanjutan. “Lewat wisata edukasi ini, masyarakat bisa belajar tentang cara bertani, menjaga lingkungan, dan memahami pentingnya ketahanan pangan,” tambahnya.
Pemerintah Kota Singkawang, kata Muhammadin, berkomitmen memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan kawasan ini. Dukungan itu mulai dari pembangunan infrastruktur, penerangan, hingga akses jalan. “Kami ingin inovasi ini benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pemerintah tentu siap men-support dari sisi infrastruktur dan investasi,” tegasnya.
Ia juga berharap, keberadaan Agro-eduwisata Sawah Nyarumkop menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun pariwisata berkelanjutan. “Ke depan, kami ingin setiap kecamatan memiliki inovasi wisata seperti ini . Bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga wadah edukasi dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Nyarumkop, Mahmudi Febrianto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini melibatkan berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, sehingga menjadi destinasi wisata edukatif terpadu. “Kami membangun area Agro-eduwisata ini dengan melibatkan semua pihak; pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata. Tujuannya agar potensi yang ada bisa berkembang menjadi satu objek wisata edukatif,” katanya.
Mahmudi menambahkan, meskipun kawasan tersebut belum beroperasi penuh, pembangunan terus berjalan secara bertahap. Ia menargetkan dalam tiga hingga empat bulan ke depan, kawasan itu bisa beroperasi secara profesional. “Sekarang memang belum beroperasional penuh, tapi persiapan terus kami lakukan. Target kami, dalam tiga sampai empat bulan ke depan, kawasan ini sudah bisa berjalan maksimal,” ujarnya. (har)
Editor : Hanif