PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang kembali menorehkan inovasi pelayanan publik dengan menggandeng dunia usaha dalam pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA). Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara delapan kepala daerah kabupaten/kota di Kalimantan Barat dengan 27 pelaku usaha, KIA kini diharapkan menjadi kartu istimewa yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi anak-anak.
Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Disdukcapil Singkawang, Rabu (22/10). Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen bersama untuk memaksimalkan fungsi KIA, bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai akses layanan publik dan fasilitas komersial ramah anak.
“Penandatanganan ini menunjukkan bahwa kami serius dalam memaksimalkan pemanfaatan KIA. Pemerintah dan swasta wajib bersinergi agar manfaatnya bisa dirasakan luas, bukan hanya di Singkawang, tapi juga di seluruh Kalbar,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan layanan eksklusif dan perhatian khusus dari pemerintah. Melalui kemitraan dengan sektor swasta, Pemkot ingin memastikan KIA benar-benar memberi kemudahan bagi anak-anak dalam aktivitas sehari-hari.
“KIA harus mendapat perhatian serius, sebab manfaatnya besar bagi anak-anak dalam memperoleh berbagai kemudahan. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam memastikan hak sipil dan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Hingga kini, optimalisasi kemitraan KIA telah dilakukan bersama sejumlah pelaku usaha di bidang pariwisata, kuliner, dan travel. Langkah ini sekaligus membuka peluang agar lebih banyak sektor ikut berpartisipasi dalam mendukung program ramah anak.
Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Provinsi Kalbar, Erika, mengapresiasi inisiatif Pemkot Singkawang yang dinilainya sebagai terobosan strategis. Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut bisa menjadi model pengembangan KIA di daerah lain. “Singkawang mampu memperluas manfaat KIA dengan menggandeng pelaku usaha. Ini bukan hanya soal data kependudukan, tapi juga wujud nyata pemenuhan hak anak,” tuturnya.
Erika berharap, ke depan Pemkot Singkawang dapat memperluas kerja sama dengan penyedia kebutuhan pendidikan seperti toko buku dan alat tulis, agar anak-anak bisa mendapatkan potongan harga atau fasilitas khusus melalui KIA. “Dengan begitu, KIA benar-benar menjadi kartu yang membantu anak-anak mewujudkan cita-citanya,” pungkasnya. (har)
Editor : Hanif