Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPIP dan DPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila di Kota Toleransi Singkawang

Hari Kurniathama • Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:16 WIB
PENDIDIKAN PANCASILA: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus Sibarani dan Deputi BPIP RI Surahno saat membuka Seminar Penguatan Pendidikan Pancasila di Skw.
PENDIDIKAN PANCASILA: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus Sibarani dan Deputi BPIP RI Surahno saat membuka Seminar Penguatan Pendidikan Pancasila di Skw.

PONTIANAK POST – Sebagai kota yang dikenal dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, Singkawang kembali menjadi sorotan nasional. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bersama Komisi XIII DPR RI memilih kota ini sebagai tuan rumah Seminar Penguatan bagi Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Pancasila se-Kota Singkawang, yang digelar di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Singkawang, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus M.A. Sibarani, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP RI Surahno, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para kepala sekolah dan guru Pendidikan Pancasila dari berbagai satuan pendidikan di kota tersebut.

Franciscus Sibarani menjelaskan, pemilihan Singkawang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai sebagai contoh nyata penerapan nilai-nilai kebhinekaan dan semangat Pancasila di tengah masyarakat. “Singkawang memiliki capaian luar biasa sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi. Itu menjadi salah satu alasan utama kami memilih Singkawang untuk kegiatan ini,” ujar Franciscus.

Ia menambahkan, salah satu fokus utama kegiatan ini adalah memastikan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila dapat diterapkan secara efektif di sekolah-sekolah. Menurutnya, implementasi pendidikan Pancasila di Kalimantan Barat masih perlu diperkuat, dan kehadiran BPIP menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pendidik.

Franciscus juga menyoroti tantangan baru dunia pendidikan di era digital, terutama kesenjangan pemahaman teknologi antara guru dan peserta didik yang dapat menimbulkan persoalan baru, termasuk kesalahpahaman dalam penggunaan media sosial. “Komisi XIII DPR RI akan memberi perhatian serius terhadap isu ini. Guru harus mendapat pembinaan dan perlindungan agar tidak dirugikan oleh perkembangan teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi BPIP RI Surahno menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru sebagai agen utama pembinaan ideologi bangsa. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengkaji keterbacaan dan efektivitas BTU Pendidikan Pancasila, agar nilai-nilai dasar negara dapat diwariskan secara otentik dari generasi ke generasi.

“Anak bangsa perlu memiliki imunitas ideologi yang kuat di tengah derasnya arus informasi global. Karena itu, penguatan pendidikan Pancasila menjadi fondasi membangun karakter bangsa,” ujar Surahno.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPIP dan DPR RI yang memilih Singkawang sebagai lokasi kegiatan. Ia menegaskan, guru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. “Nilai Pancasila harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian siswa, bisa melalui kegiatan seni, budaya, atau lomba di sekolah,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia menutup dengan pesan penting: jika nilai-nilai Pancasila tertanam kuat sejak dini, maka bangsa Indonesia akan semakin kokoh dan tak mudah dipecah belah. “Dengan menerapkan Pancasila, kita yakin Indonesia akan tetap satu. NKRI harga mati,” tegasnya. (har)

Editor : Hanif
#penguatan #DPR RI #Toleransi Tinggi #nasional #bpip #pancasila #singkawang #seminar #Teladan