PONTIANAK POST - Wakil Menteri HAM Mugiyanto melakukan kunjungan kerja ke Kota Singkawang, Kalbar, Kamis (13/11/2025).
Kedatangan Wamen HAM RI tersebut langsung bertatap muka dengan masyarakat Singkawang dalam acara dialog interaktif bersama Mawen HAM di Aming coffe, jalan Yos Sudarso.
Didampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan dimoderatori Dr Hermansyah suasana dialog interaktif begitu cair.
Selain melakukan pemaparan program HAM di Indonesia yang menjadi bagian Astacita Presiden RI Prabowo Subianto. Kementerian HAM RI juga menyampaikan komitmennya mendukung implementasi program pemerintah berbasis HAM itu sendiri.
Wamen HAM menekan implementasi HAM harus memiliki dampak dan manfaat bagi masyarakat. Layanan mengenai hak masyarakat harus diutamakan, seperti hak dasar pemenuhan pendidikan, kesehatan, serta akses layanan publik lainya.
Di era digital saat ini, kata Wamen, masyarakat harus terus meningkatkan literasi HAM untuk penguatan pemahaman HAM.
Mugiyanto menekankan pentingnya pemahaman HAM ini. Karena tidak semua hal bisa mengatasnamakan HAM seenaknya, apalagi jika sesuatu tersebut bertentangan dengan hukum pidana di Indonesia.
"Tidak semua speech itu HAM, tidak semua ekpresi itu human right. Misalkan hate speech (ujaran kebencian), ajakan kekerasan, mencemarkan nama baik, hasutan kebencian, penghinaan itu tidak boleh apalagi mengatasnamakan HAM itu sendiri," ungkapnya.
Oleh sebab itu, masyarakat khususnya generasi muda jangan mudah terpengaruh hal hal tersebut. Karena meski HAM memiliki nilai nilai universal tapi terkadang implementasi berbeda setiap wilayah yang disebabkan karakteristik atau perbedaan bersifat lokal/konteks lokal.
Dalam kesempatan itu juga, Wamen juga menekankan saat ini pihaknya terus menggaungkan terkait pengakuan hak adat, keseimbangan ekonomi dan kelestarian lingkungan, pelayanan prima bagi penyandang disabilitas hingga pengaduan masyarakat terkait pelaporan indikasi pelanggaran HAM meski tidak semua provinsi memiliki kantor wilayah kementerian HAM.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi kedatangan Wamen HAM ke Singkawang. Menurutnya kedatangan Wamen HAM ini menjadi bukti bahwa Singkawang sebagai kota toleran di Indonesia ini menjadi contoh nyata implementasi HAM itu sendiri.
"Toleransi dan hak asasi manusia memiliki hubungan yang sangat erat. KareToleransi merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan hak asasi manusia," ungkapnya.
Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Di Singkawang menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang, membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis bukan hanya slogan namun sudah menjadi program nyata pemerintah kota Singkawang. (har)
Editor : Hanif