Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Operasi Zebra Singkawang: Banyak Pengendara Bocah Terjaring, Polisi Amankan 21 Kendaraan

Hari Kurniathama • Rabu, 19 November 2025 | 12:42 WIB
Petugas Satlantas Polres Singkawang menunjukkan kendaraan pelanggar pada hari pertama Operasi Zebra Kapuas 2025 di Jalan Diponegoro.  / Ist
Petugas Satlantas Polres Singkawang menunjukkan kendaraan pelanggar pada hari pertama Operasi Zebra Kapuas 2025 di Jalan Diponegoro. / Ist

PONTIANAK POST— Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2025 di Jalan Diponegoro, Senin (17/11), kembali mengungkap rendahnya disiplin berlalu lintas di Kota Singkawang. Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang mendapati banyak pengendara motor berusia 14–15 tahun yang merupakan pelajar SMP, berkendara tanpa helm dan tanpa kelengkapan lainnya.

Kasat Lantas Polres Singkawang, AKP Raden Bagus Aryo Wibowo, menyebut pelanggaran tersebut sangat berbahaya. “Saat kecelakaan, benturan kepala ke aspal bisa berakibat fatal. Bahkan ada pengendara yang berusaha kabur dan justru menabrak pengguna jalan lain hingga menyebabkan luka-luka,” ujarnya, Selasa (18/11).

Pada operasi tersebut, polisi mengamankan 21 kendaraan, termasuk motor dengan knalpot brong. Sebagian kendaraan telah diambil kembali setelah pemilik memenuhi ketentuan, namun knalpot brong tetap disita. Penindakan juga dilakukan terhadap balap liar, pelanggaran arus, dan pelanggaran lain yang dianggap membahayakan pengguna jalan.

Raden Bagus menyoroti rendahnya kesadaran penggunaan helm. Banyak warga berdalih jarak tempuh dekat sebagai alasan tidak memakai helm. “Kalau dekat, lebih baik jalan kaki. Berkendara tanpa helm tetap berbahaya,” tegasnya.

Melihat tingginya jumlah pengendara di bawah umur, Satlantas Polres Singkawang berencana menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah, mulai dari SMP 1 hingga SMP 7 serta beberapa SMA. Edukasi sejak dini dianggap penting karena anak di bawah usia 17 tahun belum layak mengendarai motor.

“Orang dewasa saja sering tidak lulus ujian SIM. Anak-anak, egonya masih tinggi, suka standing, balap, atau memacu kecepatan. Ini yang harus dicegah,” jelasnya. Sosialisasi direncanakan dimulai pekan ini di SMP 1 dan SMP 7. Ia berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan menekan angka kecelakaan di Kota Singkawang. (har)

Editor : Hanif
#satlantas #tilang #anak sekolah #polisi #Oprasi Zebra #kasat lantas #singkawang