PONTIANAK POST - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang mulai menata ulang strategi komunikasinya.
Langkah ini dilakukan dengan membuka ruang dialog langsung bersama publik. Dialog bertema “Strategi Komunikasi Publik Pemerintah di Era Digital” digelar di Ruang TCM Kantor Wali Kota, baru-baru ini.
Forum ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), hingga konten kreator lokal. Plt Kepala Dinas Kominfo Singkawang, Eko Susanto, mengatakan forum ini digagas untuk mendengar langsung suara publik.
Ia menegaskan pemerintah membutuhkan sensitivitas baru dalam mengelola informasi. “Kita ingin menyerap masukan, kritik, dan pandangan dari berbagai kelompok. Ini penting agar tata kelola komunikasi pemerintah semakin baik,” ujarnya.
Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diterapkan tahun depan. Evaluasi banyak menyentuh model penyampaian informasi, akurasi, serta kemampuan pemerintah merespons dinamika digital.
“Kritik dan saran hari ini menjadi bahan evaluasi agar strategi komunikasi publik kita lebih efektif, lebih edukatif, dan meminimalkan miskomunikasi dan misinformasi,” katanya.
Salah satu isu yang muncul adalah persepsi publik bahwa kanal informasi pemerintah kerap tertinggal.
Eko mengakui tantangan tersebut.
Namun ia menegaskan kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan.
“Kominfo adalah corong pemerintah daerah. Setiap informasi harus divalidasi agar akurat. Namun kami tetap berkomitmen bekerja cepat,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Kominfo menyiapkan pola kolaborasi baru. Kolaborasi ini melibatkan konten kreator dan penggiat media sosial lokal.
Konten kreator Andri Novrianto menilai langkah Kominfo sudah tepat.
Ia menyebut kualitas konten pemerintah terus membaik, tetapi masih dapat dikembangkan. “Konten Kominfo sudah baik. Mungkin bisa lebih variatif dan lebih detail dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.
Andri, yang dikenal sebagai Anningmu, juga mendorong pemerintah lebih sering melakukan siaran langsung.
Menurutnya, live streaming dapat membuat publik lebih peka terhadap kegiatan pemerintah. “Kalau bisa lebih sering live supaya masyarakat tahu apa yang sedang dikerjakan pemerintah,” katanya. (har)
Editor : Hanif