PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Singkawang berkolaborasi dengan Hotel Borobudur Jakarta menggelar podcast bertema promosi budaya, kuliner, dan pariwisata bertajuk "Pesona Singkawang di Jantung Jakarta." Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Singkawang Food, Culture & Tourism Promotion yang digelar di ibu kota.
Podcast berlangsung pada Selasa (13/1), bertempat di Club Lounge Hotel Borobudur Jakarta. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, hadir sebagai narasumber utama dalam dialog santai namun informatif bersama host.
Kolaborasi ini bertujuan memperkenalkan Singkawang sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional, khususnya dalam bidang kuliner, budaya, dan pariwisata. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi strategis untuk mengangkat nilai toleransi dan harmoni budaya yang telah menjadi identitas Kota Singkawang.
Wali Kota Singkawang menegaskan, kerja sama dengan Hotel Borobudur Jakarta merupakan langkah strategis untuk membawa "jiwa" Singkawang ke pusat aktivitas nasional.
"Hotel Borobudur adalah ikon nasional yang sangat tepat untuk mempromosikan kuliner autentik, UMKM, dan budaya kami kepada audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan internasional," ujar Tjhai Chui Mie.
Salah satu daya tarik utama promosi ini adalah kehadiran specialty chef langsung dari Singkawang yang menyajikan menu khas daerah dengan cita rasa autentik. Beberapa kuliner yang diangkat antara lain Choipan, Mie Kering Singkawang, dan Bubur Paddas, dengan bahan baku pilihan yang dibawa langsung dari daerah asal.
Podcast ini juga menyoroti reputasi Singkawang sebagai Kota Tertoleran di Indonesia. Wali Kota menjelaskan, toleransi merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu (Tidayu). Nilai harmoni tersebut turut ditampilkan melalui pertunjukan musik dan busana tradisional dalam rangkaian promosi di Hotel Borobudur Jakarta.
"Toleransi adalah warisan leluhur kami. Di Singkawang, perbedaan bukan hanya diterima, tetapi dirayakan bersama dalam kehidupan sehari-hari," tutur Tjhai Chui Mie.
Selain budaya, sektor pariwisata menjadi fokus pembahasan, khususnya perhelatan Cap Go Meh Singkawang yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Pemerintah Kota Singkawang memanfaatkan promosi di Jakarta untuk mengundang wisatawan menyaksikan langsung atraksi Tatung yang telah mendunia dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
Kemudahan akses juga menjadi sorotan, seiring beroperasinya Bandara Singkawang yang dinilai sebagai faktor kunci peningkatan kunjungan wisata. Pemerintah daerah terus mengoptimalkan operasional bandara guna memangkas waktu tempuh dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Di sisi ekonomi kreatif, area Bogor Café Hotel Borobudur Jakarta turut menampilkan booth khusus UMKM Singkawang. Berbagai produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan hingga camilan khas dengan kemasan modern, dipamerkan sebagai upaya mendorong UMKM lokal naik kelas ke pasar nasional.
Pemkot Singkawang dan Hotel Borobudur Jakarta berharap pesan tentang kekayaan budaya, toleransi, serta potensi pariwisata Singkawang dapat tersampaikan secara efektif kepada publik luas. Masyarakat Jabodetabek pun diajak hadir dan menikmati rangkaian promosi Singkawang di Hotel Borobudur Jakarta mulai 19 Januari hingga 18 Februari 2026. (har)
Editor : Hanif