Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Singkawang Tegaskan Predikat Kota Paling Toleran Lewat Harmoni Pawai Obor Ramadhan dan Cahaya Imlek

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 17 Februari 2026 | 22:02 WIB

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Senin (16/2/2026) disambut ribuan masyarakat Muslim di depan Masjid Raya Singkawang sebelum membuka secara resmi Pawai Obor Ramadhan 1447 H.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Senin (16/2/2026) disambut ribuan masyarakat Muslim di depan Masjid Raya Singkawang sebelum membuka secara resmi Pawai Obor Ramadhan 1447 H.

PONTIANAK POST - Suasana hangat penuh kebersamaan kembali menegaskan wajah Singkawang sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Pawai Obor dan Lentera Ramadhan 1447 H yang berlangsung bersamaan dengan perayaan Imlek, Senin (16/2) malam, di halaman Mess Daerah Kota Singkawang, Jalan Merdeka.

Kegiatan yang diikuti sekitar 2.500 peserta ini berlangsung khidmat dan meriah dengan pengamanan ketat dari 173 personel Polres Singkawang. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya semangat persatuan dalam keberagaman.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Singkawang, Dody Yudianto Arruan. Hadir pula Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, Sekda Kota Singkawang Dwi Yanti, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol kuat dukungan terhadap nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Ketua MABM Kota Singkawang, Asmadi, S.Pd., M.Si., mengungkapkan harapannya agar Pawai Obor dan Lentera Ramadhan dapat diusulkan sebagai warisan budaya tak benda.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momen menyambut Ramadhan sebagai waktu untuk menghapus kebencian dan memperkuat persaudaraan.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang yang menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketenteraman, dan toleransi, terlebih karena kegiatan berlangsung bertepatan dengan perayaan Imlek.

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyebut pawai bukan sekadar seremoni, tetapi simbol iman dan kebersamaan.

“Mari kita saling menghormati, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang merayakan Imlek. Inilah wajah Singkawang sebagai kota wisata yang kuat karena toleransi,” ujarnya.

Sebanyak 50 kelompok ambil bagian dalam pawai, terdiri dari 11 marching band, 27 kelompok pejalan kaki pembawa obor, serta 12 kendaraan hias.

Rute dimulai dari halaman Mess Daerah, melintasi jalan-jalan protokol pusat kota, dan berakhir di Masjid Raya Singkawang. Personel kepolisian disiagakan di titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan peserta.

Dengan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Pawai Obor dan Lentera Ramadhan 1447 H berlangsung sukses.

Cahaya obor yang menyala berpadu dengan lampion Imlek menjadi simbol indah harmoni di Singkawang—kota yang terus menjaga persatuan dalam keberagaman dan layak menyandang predikat kota paling toleran. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pawai obor #polda kalbar #imlek #singkawang