PONTIANAK POST – Menjelang sore, warga memadati arena Pasar Juadah di depan Mess Daerah, Jalan Merdeka, sejak hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Mereka berburu aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa (takjil) yang tersedia di lokasi.
Tak hanya masyarakat muslim, warga nonmuslim juga turut meramaikan suasana, baik untuk membeli takjil maupun sekadar menikmati momen ngabuburit di Kota Singkawang.
Wali Kota Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin turut hadir dan berbaur dengan masyarakat. Keduanya menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang serta pelaku UMKM yang ambil bagian dalam Pasar Juadah.
Setibanya di lokasi, Wali Kota mendapati sejumlah stan telah kehabisan dagangan bahkan sebelum pukul 17.00 WIB. Menurutnya, hal tersebut menjadi pertanda positif bagi perputaran ekonomi masyarakat di bulan suci.
“Bulan ini memang penuh berkah, belum jam lima sore sudah banyak pedagang yang habis jualannya,” ujar Tjhai Chui Mie.
Ia menilai Pasar Juadah bukan sekadar pusat jual beli makanan berbuka, melainkan berpotensi menjadi agenda rutin yang mampu menarik kunjungan wisatawan setiap Ramadan. Tingginya jumlah pengunjung pada hari pertama dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kegiatan tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
“Pengunjungnya ramai sekali, ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Singkawang setiap bulan Ramadhan,” katanya.
Lebih lanjut, Tjhai Chui Mie meminta panitia untuk terus berinovasi dalam mengembangkan konsep Pasar Juadah agar tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi. Ia mendorong adanya kegiatan hiburan yang tetap bernuansa religi dan mencerminkan nilai-nilai Islam, sehingga menghadirkan suasana Ramadhan yang lebih semarak sekaligus edukatif.
“Kita harus memikirkan bagaimana Pasar Juadah ini bisa menggelar kegiatan hiburan menjelang berbuka puasa, namun kegiatannya harus menunjukkan nilai-nilai Islam,” ujarnya. (har)
Editor : Hanif