PONTIANAK POST — Festival Cap Go Meh (CGM) Singkawang 2026 siap digelar pada 3 Maret dengan tingkat persiapan mencapai 90 persen dan melibatkan sekitar 727 tatung. Perhelatan budaya tahunan ini menjadi istimewa karena berlangsung berbarengan dengan bulan Ramadan serta ditargetkan mampu menarik hingga satu juta wisatawan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dalam konferensi pers bersama Dandim 1202/Skw Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, Wakapolres Singkawang Kompol Riko Syafutra, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mokhlis, Kepala Dinas Kominfo Singkawang Chantal Novyanti, serta Ketua Pelaksana Festival CGM Singkawang 2026 Bun Cin Tong, di Ruang TCM, Jumat (27/2).
Sejumlah persiapan mulai dari penyambutan tamu, pengamanan, hingga teknis pelaksanaan acara pendukung telah dimatangkan. Panggung tamu undangan dan tribun penonton ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan pawai lampion pada 1 Maret 2026.
Tjhai mengatakan, rangkaian kegiatan Festival CGM tidak hanya terpusat pada puncak acara 3 Maret, tetapi telah diawali dengan berbagai agenda pendukung dalam rangka memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh. Salah satunya adalah Festival Kuliner di jalan yang akan diikuti sekitar 80 hingga 100 tenant kuliner.
CGM Singkawang dikenal sebagai ikon budaya berskala nasional yang menjadi simbol harmonisasi keberagaman masyarakat Kota Singkawang. Setiap tahun, festival ini selalu menghadirkan konsep dan pertunjukan terbaik. Tahun 2026 dinilai semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan, yang mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di kota tersebut.
Sejauh ini, persiapan Festival CGM Singkawang 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sekitar 727 tatung dipastikan akan ikut ambil bagian, terdiri atas tatung bertandu, tatung tanpa tandu, miniatur, Jailangkung, serta rombongan Naga dan Barongsai. Panggung kehormatan telah disiapkan di Jalan Firdaus, tepat di depan Kantor Wali Kota Singkawang, termasuk tribun penonton di sepanjang ruas jalan tersebut.
Terkait pengamanan, Polres Singkawang dan Kodim 1202/Skw telah menyiapkan personel, titik-titik pengamanan, serta skema pengalihan arus lalu lintas yang akan diterapkan menjelang dan saat pelaksanaan Festival CGM 2026.
Wali Kota juga mengungkapkan tren kunjungan wisatawan selama perayaan CGM Singkawang terus mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 606.663 wisatawan berkunjung. Pada 2024 jumlahnya menurun menjadi 305.496 orang karena bertepatan dengan pelaksanaan Pilpres. Namun pada 2025 kembali melonjak hingga mencapai 702.056 kunjungan wisatawan.
“Kami berharap jumlah wisatawan yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan Cap Go Meh terus bertambah. Mudah-mudahan tahun ini bisa menembus satu juta pengunjung,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Selain wisatawan, sejumlah tamu undangan dari tingkat nasional hingga internasional juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Menteri Koordinator Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta beberapa wakil menteri.
Turut direncanakan hadir Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Menteri Pelancongan Sarawak, perwakilan Organisasi Asia-Afrika, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Pemerintah Kota Singkawang berharap Festival Cap Go Meh 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah secara berkelanjutan. (har)
Editor : Hanif