PONTIANAK POST – Bandara Singkawang mencatatkan pertumbuhan penumpang yang signifikan dalam satu tahun pertama operasionalnya. Sejak mulai beroperasi pada November 2024, jumlah pergerakan penumpang terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada akhir 2025.
Kepala BPS Kota Singkawang, Yanuar Lestariadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Tebelian Sintang yang dirilis BPS Provinsi Kalimantan Barat, lonjakan penumpang ini menjadi indikator transformasi mobilitas dan ekonomi daerah.
Pada bulan pertama operasional (November 2024), jumlah penumpang datang tercatat sebanyak 397 orang dan penumpang berangkat 406 orang. Namun, angka ini meroket tajam dalam kurun waktu satu tahun.
"Pada Juni 2025, jumlah penumpang datang mencapai 6.748 orang dan penumpang berangkat 7.366 orang. Tren ini terus menanjak hingga Desember 2025 yang menjadi titik tertinggi dengan 8.851 penumpang datang dan 8.057 penumpang berangkat," jelas Yanuar.
Secara akumulatif, terjadi lonjakan penumpang lebih dari 20 kali lipat dibandingkan masa awal operasional. Menurut Yanuar, pertumbuhan ini tergolong jarang terjadi pada infrastruktur transportasi yang baru dibuka.
Kenaikan volume penumpang ini dinilai sebagai tren struktural yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap konektivitas udara di Singkawang. Mobilitas yang tinggi ini berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas ekonomi, mulai dari perjalanan bisnis hingga kunjungan wisata.
Sebagai kota yang mengandalkan sektor budaya dan kuliner, akses udara yang lebih cepat memberikan dampak berantai (multiplier effect). Kehadiran bandara menjadi fondasi penting bagi peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan UMKM, serta penguatan posisi Singkawang sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Barat.
"Infrastruktur transportasi udara memperpendek jarak dan meningkatkan daya saing wilayah. Jika tren ini konsisten, Bandara Singkawang berpotensi menjadi simpul strategis baru dalam jaringan transportasi udara di Kalbar," tambah Yanuar.
Saat ini, Bandara Singkawang melayani rute domestik Singkawang-Jakarta (PP) yang dioperasikan oleh dua maskapai. Meski baru melayani satu rute utama, tingginya daya serap pasar menunjukkan potensi besar untuk ekspansi bisnis.
Dengan rata-rata ribuan penumpang per bulan, peluang penambahan frekuensi penerbangan maupun pembukaan rute baru ke kota-kota besar lainnya terbuka lebar. Bagi industri penerbangan, Singkawang kini dipandang sebagai pasar yang sedang bertumbuh secara progresif dan berkelanjutan, bukan lagi sekadar pasar spekulatif. (har)
Editor : Miftahul Khair