Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jelang Festival Cap Go Meh di Singkawang, 100 Tempat Sampah Disiapkan di Rute Pawai

Hari Kurniathama • Senin, 2 Maret 2026 | 12:50 WIB

JAGA KEBERSIHAN: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang menyiagakan 100 unit tempat sampah dan 100 petugas kebersihan untuk memastikan kebersihan kota selama Cap Go Meh.
JAGA KEBERSIHAN: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang menyiagakan 100 unit tempat sampah dan 100 petugas kebersihan untuk memastikan kebersihan kota selama Cap Go Meh.

PONTIANAK POST – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang menyiagakan 100 unit tempat sampah dan 100 petugas kebersihan di sepanjang rute pawai lampion serta Festival Cap Go Meh 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga selama agenda budaya berskala internasional tersebut berlangsung.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Kota Singkawang, Dedi Wahyudi, menjelaskan bahwa fasilitas kebersihan tersebut ditempatkan secara strategis di ruas jalan utama yang menjadi jalur peserta pawai.

"Kami telah menyiapkan 100 tempat sampah di sepanjang Jalan Firdaus, Diponegoro, kawasan Vihara Tri Dharma, hingga Jalan GM Situt," ujar Dedi, Minggu (1/3).

Selain sarana fisik, DLH mengerahkan 100 personel kebersihan yang disiagakan di berbagai titik lokasi acara. Petugas tersebut akan bekerja secara maraton untuk membersihkan sampah, baik saat rangkaian kegiatan berlangsung maupun setelah acara usai.

Untuk memperkuat personel di lapangan, DLH juga telah berkoordinasi dengan panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh guna merekrut relawan kebersihan. Keterlibatan masyarakat melalui jalur relawan diharapkan mampu meringankan beban kerja petugas pada hari puncak pelaksanaan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan panitia agar membuka rekrutmen relawan untuk membantu petugas di hari H," tambahnya.

Dedi mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan yang hadir untuk aktif memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan. Partisipasi publik sangat dibutuhkan, terlebih sebagian petugas kebersihan saat ini tengah menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik merupakan kunci untuk mempertahankan citra positif Singkawang di mata internasional. Sebagai Kota Tertoleran sekaligus destinasi wisata unggulan, kebersihan selama Festival Cap Go Meh menjadi standar penilaian bagi para pengunjung.

“Persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan demi menjaga nama baik Singkawang sebagai kota tertoleran dan kota wisata,” pungkas Dedi. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Festival Cap Go Meh #Pawai Lampion #DLH SINGKAWANG #singkawang #kebersihan kota