PONTIANAK POST – Festival Budaya Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Selasa (3/3). Perayaan yang menjadi bagian dari rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Singkawang dan dilanjutkan dengan pawai budaya di sejumlah ruas jalan utama kota.
Ribuan masyarakat serta tamu undangan dari berbagai daerah hingga luar negeri memadati lokasi acara untuk menyaksikan salah satu agenda pariwisata nasional tersebut.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono. Hadir pula Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, jajaran Forkopimda, delegasi luar negeri termasuk Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, serta tokoh masyarakat dan pimpinan instansi.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026. Ia menilai perayaan tersebut menjadi simbol kuatnya harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Baca Juga: Bukber Akbar di Singkawang, Ribuan Warga Rayakan Kebersamaan dalam Keberagaman
Gubernur juga menyoroti momentum unik tahun ini karena perayaan Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, yang dinilai mencerminkan semangat toleransi dan persatuan antarumat beragama.
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah menyebut Singkawang sebagai salah satu etalase keberagaman Indonesia. Menurutnya, Festival Cap Go Meh tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menyampaikan pesan kuat mengenai persatuan bangsa di tengah dinamika global.
Wakil Ketua MPR RI juga menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar, melainkan momentum refleksi diri dan pembaruan semangat. Ia menambahkan bahwa Festival Cap Go Meh Singkawang telah dikenal luas dan menjadi bagian dari kalender event nasional.
Ia juga menyoroti parade tatung yang menjadi daya tarik utama festival tersebut. Atraksi ini sarat makna spiritual sebagai simbol tolak bala sekaligus doa keselamatan bagi masyarakat.
Prosesi pembukaan festival ditandai dengan pemukulan loku oleh Wakil Ketua MPR RI dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah yang didampingi para tamu VVIP sebagai tanda dimulainya pawai budaya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Mengalami Kenaikan
Sebanyak 734 peserta ambil bagian dalam parade tersebut, terdiri dari 528 tatung bertandu, 109 tatung tanpa tandu, 76 miniatur kelenteng, 15 jelangkung, dua barongsai, tiga naga atau kilin, serta satu komunitas pecinta budaya.
Pawai dimulai dari Kantor Wali Kota Singkawang dan berakhir di altar depan Beta Jaya di Jalan Sejahtera. Setelah parade selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda lelang ritual yang menjadi bagian dari tradisi Cap Go Meh.
Festival Cap Go Meh 2026 diperkirakan disaksikan sekitar 50.000 penonton yang memadati sepanjang rute pawai.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman, sebanyak 803 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta organisasi kemasyarakatan dikerahkan dalam pengamanan.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di Kota Singkawang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran salah satu perayaan budaya terbesar di Kalimantan Barat. (*)
Editor : Miftahul Khair