PONTIANAK POST - Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang, Harry Sarasati Widha Sugeng, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang segera merumuskan langkah kebijakan strategis menghadapi musim kemarau. Langkah antisipatif ini dinilai krusial menyusul prediksi BMKG bahwa musim kering tahun ini akan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang.
Harry menekankan bahwa perubahan musim yang ekstrem memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak luas pada kebutuhan dasar masyarakat.
"Kita harapkan ada langkah konkret. BMKG memprediksi kemarau akan berlangsung lebih lama, maka pemerintah melalui dinas terkait harus mulai menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mengurangi risiko kekeringan," ujar Harry, Kamis (26/3).
Dalam usulannya, Harry meminta Pemkot untuk memprioritaskan perluasan penampung air hujan dan pembangunan sumur resapan di berbagai wilayah strategis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan cadangan air tanah dan meminimalisir krisis air bersih saat puncak kemarau.
Selain pembangunan fisik, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait. Sinergi ini diperlukan untuk memperkuat sistem peringatan dini serta mempercepat penyebaran informasi iklim kepada masyarakat.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama dewan. Harry mengharapkan masyarakat, khususnya petani, mulai fokus pada manajemen air dan pemilihan varietas tanaman yang tahan kekeringan.
Beberapa langkah teknis yang disarankan meliputi diversifikasi tanaman ke palawija seperti jagung dan kacang hijau, optimalisasi pompanisasi, serta pembuatan embung di lahan pertanian.
"Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah serta penghematan pemakaian air tanah juga sangat penting. Langkah-langkah ini harus diupayakan sejak dini guna menjaga ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air bersih bagi warga," pungkasnya. (har)
Editor : Hanif