PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang terus mengupayakan peningkatan fasilitas Bandar Udara Singkawang guna meningkatkan konektivitas dan pelayanan transportasi udara di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, di Jakarta, Senin (27/4).
Pertemuan tersebut fokus membahas progres skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta permohonan alokasi anggaran tambahan untuk tahun 2026. Prioritas utama yang diusulkan adalah perluasan apron atau area parkir pesawat yang saat ini dinilai belum memadai.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menjelaskan bahwa kapasitas apron saat ini hanya mampu menampung satu pesawat. Kondisi tersebut dinilai menghambat efisiensi operasional penerbangan karena pesawat lain harus menunggu di udara (holding) sebelum bisa mendarat.
"Perluasan apron menjadi sangat mendesak agar pelayanan penerbangan lebih efisien dan optimal. Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan agar pembangunan ini dapat dipercepat pada tahun 2026," ujar Tjhai Chui Mie.
Baca Juga: Ria Norsan Kumpul Bersama Alumni STM Pontianak, Soroti Pentingnya Persaudaraan dan Kontribusi Sosial
Terkait pendanaan, Pemkot Singkawang masih mengandalkan skema KPBU yang tengah berjalan. Namun, Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa pihaknya tetap menyiapkan opsi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai langkah antisipasi jika skema KPBU mengalami kendala.
Dalam koordinasi tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Pelaksana Harian Direktur Bandar Udara, Cece Tarya, atas sambutan dan tindak lanjut terhadap aspirasi daerah.
Pembangunan Bandara Singkawang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Kalimantan Barat serta mempermudah aksesibilitas masyarakat menuju berbagai wilayah di Indonesia. (har)
Editor : Hanif